Langsung ke konten utama

Terkena Kanker Otak, Agung Hercules Tak Lagi Kekar

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

agung-hercules-doktersehat
Photo Source: Instagram.com/sinyoritaesperanza/

DokterSehat.Com– Kabar mengejutkan datang dari selebritis yang dikenal dengan perawakan kekar dan rambut gondrongnya, Agung Hercules. Pria berusia 51 tahun ini kini terlihat jauh lebih kurus dengan kepala yang botak. Ternyata, Agung tengah dirawat di rumah sakit karena menderita kanker otak.

Agung Hercules mengidap kanker otak glioblastoma

Kondisi terbaru pria dengan nama asli Agung Santoso ini diungkap oleh akun Instagram milik sesama rekan di dunia hiburan @sinyoritaesperanza. Bersama dengan Isa dari grup lawak Bajaj, Sinyorita mengunggah foto terbaru Agung dan mendoakan kesembuhannya.

“Lekas sembuh mas Agung Hercules, Kita lempar barbel dan motoran lagi,” tulis Isa Bajaj di akun media sosialnya.

Sebenarnya, istri Agung, Mira Rahayu pernah mengungkap kondisi suaminya, yakni mengidap glioblastoma stadium 4 melalui akun Instagram @mir4r4h4yu. Masalahnya adalah, kondisi ini termasuk dalam kanker otak yang sangat ganas dan berpotensi mematikan.

Kini, Agung masih dirawat di RSUD Kota Tangerang, Banten demi mengatasi masalah kesehatan yang dideritanya.

Apa itu kanker otak glioblastoma?

Pakar kesehatan menyebut glioblastoma terjadi akibat terbentuknya sel-sel astrosit berbentuk bintang di bagian serebrum. Kanker ini menjadi penyebab dari 20 persen kasus kanker otak yang ada di seluruh dunia. Kaum pria cenderung lebih rentan terkena kanker otak dibandingkan dengan kaum hawa.

Kanker ini cenderung berkembang dengan sangat cepat. Jika sampai hal ini terjadi, penderitanya akan dengan mudah mengalami gejala seperti sakit kepala yang sangat berat, muntah-muntah, kejang-kejang, gangguan berpikir, mengalami perubahan kepribadian dan gangguan suasana hati, gangguan berbicara, hingga gangguan penglihatan.

Pengobatan kanker otak glioblastoma

Pakar kesehatan menyebut proses pengobatan kanker otak glioblastoma dilakukan untuk mengendalikan pertumbuhan tumor di otak sehingga tidak akan menyebabkan gangguan pada aktivitas sehari-hari.

Berikut adalah beberapa jenis terapi yang bisa digunakan oleh penderita kanker otak glioblastoma. Terapi-terapi ini bisa dikombinasikan sesuai dengan kebutuhan.

  1. Pembedahan

Cara pertama yang dilakukan untuk mengatasi kanker otak glioblastoma adalah dengan prosedur pembedahan. Biasanya, hal ini dilakukan dengan melibatkan ahli bedah saraf.

Proses pembedahan ini dilakukan untuk membuang tumor di dalam otak. Sayangnya, proses ini belum tentu mampu membersihkan tumor dengan tuntas karena ada beberapa jenis tumor yang berada di posisi yang tidak memungkinkan atau terlalu berbahaya untuk diambil.

  1. Terapi radiasi

Terapi radiasi biasanya dilakukan setelah proses pembedahan selesai dilakukan. Terapi ini dilakukan untuk membunuh sisa-sisa sel-sel tumor yang belum terambil. Terapi ini juga diharapkan bisa mencegah pertumbuhan tumor kembali.

  1. Kemoterapi

Beberapa jenis obat kemoterapi yang digunakan untuk mengatasi kanker otak glioblastoma adalah temozolomide. Diharapkan, obat ini bisa membunuh sel-sel kanker dan mencegah perkembangannya.

  1. Terapi carmustine

Terapi carmustine atau BCNU dilakukan dengan menggunakan obat dengan bentuk seperti wafer kecil. Obat ini tidak diminum namun ditempatkan di dalam otak yang diharapkan bisa mengatasi sel-sel kanker.

  1. Terapi elektrik

Terapi elektrik ditujukan untuk langsung menargetkan sel-sel tumor namun tidak akan merusak sel-sel sehat di sekitarnya. Terapi ini dilakukan dengan cara menempatkan elektroda pada kulit kepala dan biasanya dilakukan setelah proses pembedahan dan terapi radiasi usai dilakukan.

Hanya saja, Food and Drug Administration (BPOM) dari Amerika Serikat menyebut terapi ini juga mulai diizinkan bagi penderita gioblastoma yang belum menjalani pembedahan.

Sayangnya, glioblastoma seringkali tidak bisa benar-benar diatasi hingga tuntas. Dalam banyak kasus, kanker otak ini bisa kambuh di kemudian hari.

Semoga saja Agung Hercules bisa segera mendapatkan kesembuhan dan kembali aktif di dunia hiburan!



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sanprima: Manfaat, Dosis, Efek Samping

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Sanprima obat apa? Sanprima adalah obat dengan kandungan Cotrimoxazole, yang merupakan antibiotik yang terdisi dari Trimethoprim dan Sulfamethoxazole. Obat ini digunakan untuk mengatasi infeksi akibat bakteri. Ketahui manfaat Sanprima itu obat apa mulai dari manfaat, dosis, petunjuk penggunaan, efek samping, dan lainnya tentang Sanprima berikut ini. Cara Kerja Obat Sanprima Sanprima adalah obat dengan kandungan Trimethoprim dan Sulfamethoxazole yang termasuk ke dalam golongan obat antibiotik. Trimethoprim termasuk ke dalam bakterisida yang bekerja dengan membunuh bakteri, Sedangkan Sulfamethoxazole adalah jenis bakteriostatik yang menyebabkan pertumbuhan dan perkembagan bakteri bersifat statis. Kombinasi kedua obat ini yaitu Cotrimoxazole efektif bekerja pada bakteri gram-positif maupun gram-negatif yang peka terhadap obat ini.Obat ini tidak dapat digunakan untuk menagatasi infeksi j...

7 Cara Gula Disembunyikan dari Makanan Kemasan (Wajib Tahu)

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . photo credit: Pexels DokterSehat.Com – Gula adalah salah satu penemuan terbesar yang mengubah kehidupan manusia. Tidak hanya memberikan rasa nikmat pada makanan saja. Gula juga memberikan banyak sekali efek samping seperti memicu kondisi diabetes dan masalah lain yang lebih serius. Singkatnya, gula bisa bermanfaat dan bisa juga merugikan. Jadi, selalu perhatikan gula yang ada di sekitar Anda termasuk dalam makanan kemasan. Gula tersembunyi yang bisa berbahaya Makanan kemasan baik dalam bentuk minuman kaleng, botol, hingga camilan manis berbungkus kardus biasanya memiliki kandungan gula. Namun, gula yang diberikan atau dicantumkan pada komposisi sering kali tidak menggunakan kata gula atau sugar. Jadi, beberapa orang awam menganggap makanan itu tidak ada gulanya. Padahal gula memiliki beberapa jenis baik itu gula meja yang sering kita gunakan atau gula buatan dengan nama kimianya yang beragam. Terkadan...

7 Penyebab Nyeri di Bawah Dada dan Bahayanya untuk Tubuh

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Nyeri yang muncul di tubuh tidak bisa disepelekan begitu saja. Kalau rasa nyeri terus datang meski sudah disembuhkan kemungkinan besar ada gangguan besar pada tubuh yang harus segera diatasi. Terlebih lagi kalau nyeri yang terjadi di tubuh letaknya di bawah dada atau payudara. Nah, kira-kira apa saja penyebabnya? Penyebab Nyeri di bawah dada Penyebab nyeri pada dada ada banyak. Beberapa yang paling sering terjadi dan menyebabkan masalah yang cukup besar pada tubuh terdiri dari: Jatuh atau kecelakaan Penyebab pertama dari nyeri yang ada di dada adalah jatuh atau kecelakaan. Saat area dada terkena tekanan kuat dari benda tertentu akan muncul memar dan juga inflamasi. Area di dada yang mengalami gangguan ini biasanya muncul bercak kebiruan. Hal yang kurang lebih sama juga akan dialami oleh seseorang yang menjalani operasi di bagian dada. Seiring dengan penyembuh yang terjadi, rasa nyeri...