Langsung ke konten utama

Hobi Minum Bubble Tea, Remaja Ini Sampai Dilarikan ke UGD

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

bubble-tea-doktersehat
Photo Source: Flickr/ljguitar

DokterSehat.Com– Kabar mengejutkan datang dari remaja berusia 14 tahun yang berasal dari Provinsi Zhejiang, Tiongkok. Gara-gara terlalu sering minum bubble tea, ia mengalami konstipasi parah selama lima hari. Ia pun harus dilarikan ke UGD rumah sakit akibat hal ini. Bagaimana bisa bubble tea bisa menyebabkan dampak separah ini? Apa kandungan di dalamnya?

Kebanyakan Minum Bubble Tea, Remaja 14 Tahun Dilarikan ke UGD

Sang remaja dilarikan ke rumah sakit pada Sabtu, 8 Juni 2019 lalu. Sembelit parah yang dialaminya membuatnya tak lagi bisa makan atau menggerakkan tubuhnya dengan nyaman. Sesampainya di rumah sakit, dr. Zhang Louzhen yang memeriksanya sempat kesulitan menemukan pemicu masalah konstipasi ini sehingga memilih untuk menjalankan CT Scan untuk mengetahuinya.

Dokter terkejut saat menemukan gumpalan pekat di dalam perut sang remaja. Setelah dicek, ternyata gumpalan ini adalah tepung tapioka, bahan dasar dari bola-bola bubble tea. Sang dokter pun kemudian bertanya tentang kebiasaan makan atau minum sang remaja. Akhirnya, barulah diketahui bahwa sang gadis kebanyakan mengonsumsi bubble tea.

Selain kandungan tepung tapioka, bubble tea juga mendapatkan tambahan seperti zat pengental atau zat pengawet yang ternyata cukup sulit dicerna oleh tubuh. Jika dikonsumsi terlalu banyak atau terlalu sering, maka kandungan ini akan semakin menumpuk di dalam perut dan menyebabkan gangguan pencernaan.

Kandungan Bubble Tea yang Cukup Berbahaya bagi Kesehatan

Meski rasanya enak dan menyegarkan sehingga disukai oleh siapa saja, pakar kesehatan menyebut bubble tea tidak baik untuk dikonsumsi terlalu sering, apalagi setiap hari.

Berikut adalah beberapa masalah kesehatan yang bisa muncul akibat kebiasaan mengonsumsi bubble tea.

  1. Kandungan gula cukup tinggi

Sebagaimana Thai tea, Taiwanese Tea, dan minuman-minuman populer sejenis, bubble tea termasuk dalam minuman dengan kandungan gula yang sangat tinggi. Karena alasan inilah kita bisa merasakan sensasi manis menyegarkan saat mengonsumsinya.

Karen Wright yang berasal dari The Food Clinic menyebut di dalam satu cangkir bubble tea terdapat sekitar 34 gram atau sekitar enam sendok teh gula. Padahal, pakar kesehatan menyebut konsumsi gula harian haris dibatasi sekitar 50 gram atau sekitar 8-11 sendok teh gula.

Hal ini berarti, jika mengonsumsi bubble tea setiap hari, besar kemungkinan kita akan mengonsumsi gula dengan jumlah yang melebihi batas aman. Kondisi ini tentu bisa menyebabkan kenaikan berat badan atau diabetes.

  1. Kandungan kalori sangat tinggi

Bubble tea memililki bola-bola dengan tekstur kenyal yang terbuat dari tepung tapioka serta gula merah. Di setiap porsi minuman ini, kita bisa mendapatkan 60 gram bola-bola kenyal ini dengan kandungan 160 kalori. Ditambah dengan kandungan lain seperti gula, maka kadar kalori satu porsi minuman ini bisa mencapai 300-400 kalori. Mengonsumsinya tentu akan membuat asupan kalori harian berlebihan dan bisa memicu obesitas.

  1. Tinggi kandungan lemak trans

Lemak trans cukup mudah ditemui di produk makanan atau minuman olahan. Sayangnya, bubble tea juga memiliki kandungan ini dalam jumlah yang cukup tinggi. Jika kita terlalu sering mengonsumsinya, maka risiko terkena kolesterol tinggi, penyakit jantung, stroke, dan gangguan memori akan meningkat.

  1. Berpotensi memicu kanker

Sebuah penelitian yang dilakukan di Aachen University Hospital, Jerman, pada 2012 lalu menemukan fakta bahwa kandungan bola-bola tapioka di dalam bubble tea memiliki kandungan bifenil poliklorinasi (PCB) yang termasuk dalam senyawa beracun dan bisa memicu kanker pada hewan.

Para peneliti pun menduga jika konsumsi bubble tea dengan berlebihan berpotensi menyebabkan beberapa jenis kanker seperti kanker hati atau kanker melanoma.

Melihat fakta ini, sebaiknya memang kita membatasi atau bahkan benar-benar berhenti mengonsumsi bubble tea demi menjaga kesehatan tubuh.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sanprima: Manfaat, Dosis, Efek Samping

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Sanprima obat apa? Sanprima adalah obat dengan kandungan Cotrimoxazole, yang merupakan antibiotik yang terdisi dari Trimethoprim dan Sulfamethoxazole. Obat ini digunakan untuk mengatasi infeksi akibat bakteri. Ketahui manfaat Sanprima itu obat apa mulai dari manfaat, dosis, petunjuk penggunaan, efek samping, dan lainnya tentang Sanprima berikut ini. Cara Kerja Obat Sanprima Sanprima adalah obat dengan kandungan Trimethoprim dan Sulfamethoxazole yang termasuk ke dalam golongan obat antibiotik. Trimethoprim termasuk ke dalam bakterisida yang bekerja dengan membunuh bakteri, Sedangkan Sulfamethoxazole adalah jenis bakteriostatik yang menyebabkan pertumbuhan dan perkembagan bakteri bersifat statis. Kombinasi kedua obat ini yaitu Cotrimoxazole efektif bekerja pada bakteri gram-positif maupun gram-negatif yang peka terhadap obat ini.Obat ini tidak dapat digunakan untuk menagatasi infeksi j...

7 Cara Gula Disembunyikan dari Makanan Kemasan (Wajib Tahu)

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . photo credit: Pexels DokterSehat.Com – Gula adalah salah satu penemuan terbesar yang mengubah kehidupan manusia. Tidak hanya memberikan rasa nikmat pada makanan saja. Gula juga memberikan banyak sekali efek samping seperti memicu kondisi diabetes dan masalah lain yang lebih serius. Singkatnya, gula bisa bermanfaat dan bisa juga merugikan. Jadi, selalu perhatikan gula yang ada di sekitar Anda termasuk dalam makanan kemasan. Gula tersembunyi yang bisa berbahaya Makanan kemasan baik dalam bentuk minuman kaleng, botol, hingga camilan manis berbungkus kardus biasanya memiliki kandungan gula. Namun, gula yang diberikan atau dicantumkan pada komposisi sering kali tidak menggunakan kata gula atau sugar. Jadi, beberapa orang awam menganggap makanan itu tidak ada gulanya. Padahal gula memiliki beberapa jenis baik itu gula meja yang sering kita gunakan atau gula buatan dengan nama kimianya yang beragam. Terkadan...

7 Penyebab Nyeri di Bawah Dada dan Bahayanya untuk Tubuh

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Nyeri yang muncul di tubuh tidak bisa disepelekan begitu saja. Kalau rasa nyeri terus datang meski sudah disembuhkan kemungkinan besar ada gangguan besar pada tubuh yang harus segera diatasi. Terlebih lagi kalau nyeri yang terjadi di tubuh letaknya di bawah dada atau payudara. Nah, kira-kira apa saja penyebabnya? Penyebab Nyeri di bawah dada Penyebab nyeri pada dada ada banyak. Beberapa yang paling sering terjadi dan menyebabkan masalah yang cukup besar pada tubuh terdiri dari: Jatuh atau kecelakaan Penyebab pertama dari nyeri yang ada di dada adalah jatuh atau kecelakaan. Saat area dada terkena tekanan kuat dari benda tertentu akan muncul memar dan juga inflamasi. Area di dada yang mengalami gangguan ini biasanya muncul bercak kebiruan. Hal yang kurang lebih sama juga akan dialami oleh seseorang yang menjalani operasi di bagian dada. Seiring dengan penyembuh yang terjadi, rasa nyeri...