Langsung ke konten utama

Pemeriksaan Malaria: Pengertian, Prosedur, Hasil

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

pemeriksaan-malaria-doktersehat

DokterSehat.Com – Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh Plasmodium yang merupakan genus protozoa parasit. Malaria paling umum ditularkan melalui nyamuk, yaitu nyamuk Anopheles betina. Terdapat 67 spesies nyamuk Anopheles yang dapat menularkan malaria dan sebanyak 22 species nyamuk tersebut berada di Indonesia.

Hal ini yang menyebabkan Indonesia sebagai salah satu negara endemik malaria. Selain melalui gigitan nyamuk, malaria juga dapat ditularkan melalui transfusi darah atau pada ibu hamil kepada bayinya. Umumnya gejala malaria akan timbul pada 10-15 hari setelah gigitan nyamuk Anopheles.

Apa Itu Pemeriksaan Malaria?

Pemeriksaan malaria adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mendiagnosis penyakit malaria. Jenis pemeriksaan malaria dapat berbeda pada setiap daerah, termasuk pada daerah endemik malaria dan daerah yang bukan endemik malaria.

Salah satu cara cek malaria adalah dengan RDT atau rapid diagnostic test. Pemeriksaan malaria yang satu ini bekerja dengan cara memberikan bukti keberadaan parasit malaria dalam darah manusia. Umumnya RDT malaria dipilih sebagai pemeriksaan malaria alternatif karena beberapa kondisi seperti berikut ini:

  • Diagnosis dilakukan oleh petugas kesehatan yang tidak dapat menjangkau layanan mikroskopis yang memadai.
  • Diagnosis jarak jauh untuk orang yang bekerja pada wilayah endemis malaria, contohnya seperti militer atau perusahaan tambang.
  • Investigasi wabah dan survei prevalensi parasit.

Target dan format dari pemeriksaan malaria dapat berbeda, namun prinsip tesnya tetap sama. Pemeriksaan RDT malaria mendeteksi antigen spesifik atau protein yang diproduksi oleh parasit malaria dalam darah seseorang yang terinfeksi.

Selain memeriksa keberadaan Plasmodium, RDT malaria juga dapat mendeteksi jenis spesies malaria yang menginfeksi. Secara umum terdapat empat jenis Plasmodium penyebab malaria yaitu Plasmodium falciparum, Plasmodium vivax, Plasmodium malariae, dan Plasmodium ovale.

Sebagian RDT hanya dapat mendeteksi satu spesies Plasmodium saja, yaitu Plasmodium falciparum. Namun terdapat juga beberapa RDT yang mampu untuk mendeteksi keempat jenis Plasmodium. Pemeriksaan RDT malaria menggunakan sampel darah yang diuji dengan menggunakan alat RDT yang berbentuk kaset.

Prosedur Pemeriksaan RDT Malaria

Pemeriksaan malaria dilakukan pada pasien yang mengunjungi daerah endemis malaria atau pada pasien yang menunjukkan gejala malaria. Pemeriksaan RDT malaria dapat dilakukan di klinik atau laboratorium dan bisa juga dilakukan di rumah. Alat RDT dijual bebas di daerah endemis malaria.

Tidak ada yang harus dipersiapkan sebelum melakukan cek darah malaria menggunakan RDT. Sampel darah umumnya diambil dari pembuluh kapiler di ujung jari, kemudian ditempatkan pada alat RDT. Hasil tes akan ditunjukkan dengan garis yang akan muncul pada alat tes.

Hasil pemeriksaan malaria menggunakan RDT hanya membutuhkan waktu kurang lebih 15 menit untuk mengetahui hasil akhirnya.

Hasil Pemeriksaan Malaria dengan RDT

Hasil utama dari pemeriksaan malaria adalah positif dan negatif. Jika ditemukan antigen dari Plasmodium dalam darah akan ditunjukkan oleh jumlah garis pada kaset. Kaset yang umum digunakan adalah RDT combo yang digunakan untuk mendiagnosis malaria akibat Plasmodium falciparum atau Plasmodium vivax.

Terdapat tiga garis indikator yang dapat menunjukkan hasil tes. Indikatornya adalah C (control antibody), Pf (Plasmodium falciparum), dan Pv (Plasmodium vivax). Berikut adalah interpretasi dari garis yang muncul pada kaset RDT pemeriksaan malaria:

  • Negatif: satu garis muncul pada bagian paling ujung yang berlabel C.
  • Positif Pf (Plasmodium falciparum): timbul dua garis, yaitu di bagian paling ujung bertuliskan C dan ujung lain dengan label Pf.
  • Positif Pv (Plasmodium vivax): timbul dua garis, yaitu pada bagian ujung berlabel C dan pada bagian tengah berlabel Pv.
  • Positif Pf dan Pv: timbul tiga garis, yaitu pada label C, Pf, dan Pv.
  • Tes tidak valid: tidak timbul garis sama sekali.

Pemeriksaan Malaria Lainnya

Selain pemeriksaan malaria RDT, terdapat juga pemeriksaan malaria lain seperti DDR malaria. Pemeriksaan DDR malaria mengharuskan sampel darah diperiksa di bawah mikroskop.

Selain mengetahui keberadaan Plasmodium dalam darah, pemeriksaan ini juga dapat mengetahui jumlah rata-rata Plasmodium dalam darah dan juga bentuk Plasmodium. Umumnya pemeriksaan DDR malaria dilakukan untuk memantau apakah pengobatan malaria berjalan efektif atau tidak.

 

Sumber:

  1. How malaria RDTs work – https://www.who.int/malaria/areas/diagnosis/rapid-diagnostic-tests/about-rdt/en/ diakses 10 April 2019
  2. Rapid diagnostic tests – https://www.who.int/malaria/areas/diagnosis/rapid_diagnostic_tests/en/ diakses 10 April 2019
  3. The role of RDTs in malaria control – https://www.who.int/malaria/areas/diagnosis/rapid-diagnostic-tests/role_in_malaria_control/en/ diakses 10 April 2019


Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hematokrit: Definisi, Nilai Normal, dan Nilai Tidak Normal

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Mungkin beberapa di antara kita sering kali mendengar istilah hematokrit atau Hct. Nilai Hct dinyatakan dalam bentuk persentase dalam hasil laboratorium. Tinggi atau rendahnya nilai Hct apat membantu dokter untuk menegakan suatu diagnosa dan menilai perkembangan pengobatan dari suatu penyakit. Jika ingin mengetahui lebih lanjut tentang Hct ini, marilah membaca penjelasan ini lebih lanjut. Penjelasan ini berisi hal-hal yang terkait dengan hematokrit seperti tes dan bagaimana cara mengukurnya, nilai normal Hct, dan apa yang terjadi bila nilai Hct terlalu tinggi atau rendah, dan juga cara mengatasi bila kadar hematokrit tidak normal. Apa itu tes Hematokrit (Hct)? Tes hematokrit (Hct) adalah sebuah tes yang membandingkan proporsi sel darah merah dengan volume semua komponen darah (sel darah merah, sel darah putih, trombosit dan plasma darah) itu sendiri secara bersamaan. Tes hematokrit m...

12 Manfaat Kacang Koro Bagi Tubuh (No. 8 Menakjubkan)

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Salah satu jenis kacang yang kerap dijadikan camilan sehari-hari adalah kacang koro. Namun, sebagian orang justru menghindari kacang ini karena dianggap bisa menyebabkan kegemukan. Kesampingkan mitos tersebut karena faktanya, kacang koro memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, kendati kandungan lemaknya tidak bisa dinafikan. Apa saja manfaat kacang koro bagi tubuh? Apa Itu Kacang Koro? Kacang koro adalah jenis kacang yang masuk dalam famili polong-polongan ( Fabaceae ). Kacang koro yang memiliki nama latin Canavalia ini terbagi lagi ke dalam 3 (tiga), yakni kacang koro benguk ( Mucuna pruriens), kacang koro kecipir ( Pshophocarpus tetragonolobus ), dan yang paling populer kacang koro pedang ( Canavalia gladiata). Selain sebagai camilan, kacang koro pada kesempatan tertentu sering dimanfaatkan sebagi alternatif bahan utama pembuatan tahu dan tempe di samping kacang kedelai. Hal in...

Sanprima: Manfaat, Dosis, Efek Samping

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Sanprima obat apa? Sanprima adalah obat dengan kandungan Cotrimoxazole, yang merupakan antibiotik yang terdisi dari Trimethoprim dan Sulfamethoxazole. Obat ini digunakan untuk mengatasi infeksi akibat bakteri. Ketahui manfaat Sanprima itu obat apa mulai dari manfaat, dosis, petunjuk penggunaan, efek samping, dan lainnya tentang Sanprima berikut ini. Cara Kerja Obat Sanprima Sanprima adalah obat dengan kandungan Trimethoprim dan Sulfamethoxazole yang termasuk ke dalam golongan obat antibiotik. Trimethoprim termasuk ke dalam bakterisida yang bekerja dengan membunuh bakteri, Sedangkan Sulfamethoxazole adalah jenis bakteriostatik yang menyebabkan pertumbuhan dan perkembagan bakteri bersifat statis. Kombinasi kedua obat ini yaitu Cotrimoxazole efektif bekerja pada bakteri gram-positif maupun gram-negatif yang peka terhadap obat ini.Obat ini tidak dapat digunakan untuk menagatasi infeksi j...