Langsung ke konten utama

Hobi Makan Daging Bisa Bikin Ginjal Rusak?

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

daging-bakar-doktersehat
photo credit: Pexels

DokterSehat.Com– Salah satu organ yang memiliki fungsi paling penting bagi tubuh kita adalah ginjal. Tanpa adanya ginjal, tubuh tidak akan mampu mengendalikan kadar cairan tubuh, mineral, hingga menyaring berbagai limbah dan racun dari dalam tubuh. Sayangnya, kita sering menjalankan gaya hidup tidak sehat yang akhirnya berimbas pada rusaknya organ ini.

Makan daging bisa menyebabkan ginjal rusak?

Pakar kesehatan menyebut ada banyak sekali penyebab dari kerusakan ginjal. Hanya saja, salah satunya ternyata adalah kebiasaan makan daging dengan berlebihan. Meskipun termasuk dalam makanan dengan rasa yang lezat, dalam realitanya daging memang sebaiknya dikonsumsi tidak dengan berlebihan karena bisa memberikan efek kurang baik bagi kesehatan.

Khusus bagi organ ginjal, daging merah bisa menyebabkan produksi asam di dalam darah yang berlebihan. Kondisi ini bisa menyebabkan asidosis yang menyebabkan kerusakan pada ginjal. Sebagai informasi, asidosis terjadi saat ginjal tak lagi mampu mengeluarkan asam dari dalam darah dengan cukup. Hal ini akan membuatnya terus bekerja dengan sangat keras sehingga akhirnya rentan mengalami kerusakan.

Melihat fakta ini, ada baiknya memang kita membatasi asupan daging, khususnya daging merah demi mencegah terjadinya kerusakan ginjal.

Berbagai hal lain yang bisa menyebabkan kerusakan ginjal

Selain kebiasaan makan daging dengan berlebihan, terdapat kebiasaan-kebiasaan lain yang sering kita lakukan yang ternyata juga bisa menyebabkan kerusakan ginjal.

Berikut adalah kebiasaan-kebiasaan yang sebaiknya kita hindari ini.

  1. Hobi mengonsumsi makanan olahan

Makanan olahan cenderung tinggi kandungan fosfor dan natrium. Meskipun kedua mineral ini bisa bermanfaat bagi tubuh, mengonsumsinya dengan berlebihan bisa menyebabkan ginjal rusak. Makanan olahan seperti sosis, sayuran kaleng, kue kering, camilan kemasan, daging olahan layaknya sosis dan nugget, hingga makanan cepat saji harus dihindari atau dibatasi konsumsinya jika ingin ginjal tetap sehat.

  1. Sembarangan minum obat

Beberapa jenis obat berjenis ibuprofen, aspirin, serta acetaminophen yang bisa menghilangkan rasa nyeri memang bisa didapatkan dengan mudah tanpa resep dokter. Sayangnya, jika kita mengonsumsinya dengan sembarangan, maka hal ini akan membuat ginjal menjadi lebih rentan rusak.

  1. Tidak mencukupi kebutuhan air putih

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk minum air putih setidaknya 2 liter setiap hari demi menjaga kesehatan tubuh sekaligus meringkankan fungsi ginjal. Sayangnya, karena berbagai kesibukan, kita cenderung melupakan hal ini dan akhirnya mengalami kurang minum. Hal ini akan membuat datangnya dehidrasi, kondisi yang bisa membuat ginjal rusak.

  1. Konsumsi garam berlebihan

Tak hanya bisa menyebabkan kenaikan tekanan darah, konsumsi garam dengan berlebihan juga bisa meningkatkan risiko terkena kerusakan ginjal. Tingginya tekanan darah di dalam tubuh ternyata bisa membuat penurunan aliran darah menuju organ ini. Hal ini akan membuat fungsinya semakin menurun. Padahal, ginjal harus bekerja keras demi mengeluarkan kadar natrium yang berlebihan ini. Jika kondisi ini terjadi terus menerus, ginjal pun akhirnya rusak.

  1. Kurang tidur

Kurang tidur memang bisa memberikan banyak sekali dampak buruk bagi kesehatan. Salah satunya adalah menyebabkan kerusakan ginjal. Hal ini disebabkan oleh kacaunya ritme sirkadian tubuh yang akhirnya ikut mempengaruhi fungsi ginjal. Beban ginjal pun menjadi semakin tinggi sehingga membuatnya lebih rentan mengalami kerusakan.

  1. Kebiasaan mengonsumsi alkohol

Alkohol ternyata bisa memperberat fungsi ginjal. Bahkan, sebuah penelitian menunjukkan fakta bahwa mereka yang rutin minum alkohol memiliki risiko jauh lebih besar terkena penyakit ginjal kronis.

  1. Hobi mengonsumsi makanan atau minuman manis

Makanan tinggi gula akan membuat kita lebih rentan terkena diabetes. Padahal, penyakit ini bisa menyebabkan kerusakan ginjal.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hematokrit: Definisi, Nilai Normal, dan Nilai Tidak Normal

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Mungkin beberapa di antara kita sering kali mendengar istilah hematokrit atau Hct. Nilai Hct dinyatakan dalam bentuk persentase dalam hasil laboratorium. Tinggi atau rendahnya nilai Hct apat membantu dokter untuk menegakan suatu diagnosa dan menilai perkembangan pengobatan dari suatu penyakit. Jika ingin mengetahui lebih lanjut tentang Hct ini, marilah membaca penjelasan ini lebih lanjut. Penjelasan ini berisi hal-hal yang terkait dengan hematokrit seperti tes dan bagaimana cara mengukurnya, nilai normal Hct, dan apa yang terjadi bila nilai Hct terlalu tinggi atau rendah, dan juga cara mengatasi bila kadar hematokrit tidak normal. Apa itu tes Hematokrit (Hct)? Tes hematokrit (Hct) adalah sebuah tes yang membandingkan proporsi sel darah merah dengan volume semua komponen darah (sel darah merah, sel darah putih, trombosit dan plasma darah) itu sendiri secara bersamaan. Tes hematokrit m...

12 Manfaat Kacang Koro Bagi Tubuh (No. 8 Menakjubkan)

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Salah satu jenis kacang yang kerap dijadikan camilan sehari-hari adalah kacang koro. Namun, sebagian orang justru menghindari kacang ini karena dianggap bisa menyebabkan kegemukan. Kesampingkan mitos tersebut karena faktanya, kacang koro memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, kendati kandungan lemaknya tidak bisa dinafikan. Apa saja manfaat kacang koro bagi tubuh? Apa Itu Kacang Koro? Kacang koro adalah jenis kacang yang masuk dalam famili polong-polongan ( Fabaceae ). Kacang koro yang memiliki nama latin Canavalia ini terbagi lagi ke dalam 3 (tiga), yakni kacang koro benguk ( Mucuna pruriens), kacang koro kecipir ( Pshophocarpus tetragonolobus ), dan yang paling populer kacang koro pedang ( Canavalia gladiata). Selain sebagai camilan, kacang koro pada kesempatan tertentu sering dimanfaatkan sebagi alternatif bahan utama pembuatan tahu dan tempe di samping kacang kedelai. Hal in...

Sanprima: Manfaat, Dosis, Efek Samping

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Sanprima obat apa? Sanprima adalah obat dengan kandungan Cotrimoxazole, yang merupakan antibiotik yang terdisi dari Trimethoprim dan Sulfamethoxazole. Obat ini digunakan untuk mengatasi infeksi akibat bakteri. Ketahui manfaat Sanprima itu obat apa mulai dari manfaat, dosis, petunjuk penggunaan, efek samping, dan lainnya tentang Sanprima berikut ini. Cara Kerja Obat Sanprima Sanprima adalah obat dengan kandungan Trimethoprim dan Sulfamethoxazole yang termasuk ke dalam golongan obat antibiotik. Trimethoprim termasuk ke dalam bakterisida yang bekerja dengan membunuh bakteri, Sedangkan Sulfamethoxazole adalah jenis bakteriostatik yang menyebabkan pertumbuhan dan perkembagan bakteri bersifat statis. Kombinasi kedua obat ini yaitu Cotrimoxazole efektif bekerja pada bakteri gram-positif maupun gram-negatif yang peka terhadap obat ini.Obat ini tidak dapat digunakan untuk menagatasi infeksi j...