Langsung ke konten utama

Kopi, Meningkatkan atau Menurunkan Kadar Gula Darah?

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

kopi-doktersehat
Photo Source: Flickr/Zacharias Korsalska

DokterSehat.Com– Manfaat kopi untuk kesehatan memang cukup banyak, namun kopi juga bisa memberikan dampak buruk jika dikonsumsi dengan berlebihan. Selain itu, kebiasaan mengonsumsi kopi instan atau menambahkan banyak gula pada kopi juga bisa memberikan efek buruk bagi gula darah. Hanya saja, sebenarnya seperti apa sih efek minum kopi bagi kadar gula darah?

Efek kandungan kopi bagi kadar gula darah penderita diabetes

Pakar kesehatan menyebut kopi bisa memberikan efek kurang baik bagi kesehatan penderita diabetes.

Hal ini disebabkan oleh kondisi tubuh penderita diabetes yang mengalami kesulitan mengelola gula darah akibat kondisi resistensi insulin yang dialami. Apalagi jika kopi yang dikonsumsi adalah kopi instan atau kopi yang dijual di kafe-kafe yang cenderung memiliki kadar gula cukup tinggi. Jika mereka mengonsumsinya, dikhawatirkan risiko kenaikan kadar gula darah yang berpotensi memicu komplikasi pun meningkat.

Berdasarkan penelitian yang hasilnya dipublikasikan dalam jurnal berjudul Diabetes Care, disebutkan bahwa penderita diabetes tipe 2 yang minum kopi cenderung mengalami peningkatan kadar gula darah dengan signifikan.

Kondisi resistensi insulin yang dialami juga cenderung semakin memburuk. Hanya saja, jika mereka mengonsumsi kopi tanpa tambahan gula atau krimer dan jumlah kopi yang dikonsumsi tidak melebihi secangkir dalam sehari, maka dampak kenaikan gula darah ini bisa dicegah.

Penderita diabetes juga lebih disarankan mengonsumsi kopi yang sudah diolah dengan proses penyaringan dan tidak memiliki kafein. Hanya saja, pakar kesehatan juga mengingatkan bahwa efek minum kopi bisa berbeda-beda bagi penderita diabetes sehingga sebaiknya mereka berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter sebelum memutuskan untuk meminumnya.

Dampak minum kopi bagi orang yang tidak menderita diabetes

Sebuah penelitian yang dilakukan di Harvard University dilakukan dengan melibatkan 100 ribu orang selama 20 tahun. Penelitian ini membuktikan bahwa rutin minum kopi dengan jumlah lebih dari satu cangkir setiap hari mampu menurunkan risiko diabetes hingga 11 persen. Bahkan, para partisipan yang cenderung menurunkan asupan kopi harian mengalami peningkatan risiko diabetes hingga 17 persen.

Hanya saja, kopi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kopi tanpa tambahan gula, bukannya kopi instan atau yang sudah diberi tambahan gula dan krimer sebagaimana yang bisa kita temukan di kedai atau kafe-kafe.

Melihat fakta-fakta ini, kopi memang bisa memberikan dampak bagi kadar gula darah. Hanya saja, hal ini juga dipengaruhi oleh kondisi kesehatan tubuh dan jenis kopi apa yang dikonsumsi.

Cara menjaga keseimbangan kadar gula darah

Jika kita memiliki tubuh yang sehat, tidak menderita diabetes, atau mengalami masalah asam lambung, konsumsi kopi secara rutin bisa dijadikan pilihan untuk menjaga kadar gula darah. Hanya saja, pastikan untuk membatasinya maksimal empat cangkir saja setiap harinya. Selain itu, kita juga harus benar-benar menerapkan gaya hidup sehat jika ingin menjaga keseimbangan kadar gula darah.

Gaya hidup sehat yang bisa kita lakukan adalah dengan menurunkan asupan makanan atau minuman tinggi kalori dan gula, menerapkan pola makan yang seimbang dengan cara memperbanyak asupan makanan tinggi serat, rutin berolahraga setidaknya setengah jam setiap hari, dan tidur cukup setiap malam demi menjaga keseimbangan hormon yang bisa mempengaruhi kadar gula darah.

Bagi penderita diabetes, sebaiknya berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan saran tentang gaya hidup yang sehat demi menjaga kadar gula darah tetap seimbang.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hematokrit: Definisi, Nilai Normal, dan Nilai Tidak Normal

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Mungkin beberapa di antara kita sering kali mendengar istilah hematokrit atau Hct. Nilai Hct dinyatakan dalam bentuk persentase dalam hasil laboratorium. Tinggi atau rendahnya nilai Hct apat membantu dokter untuk menegakan suatu diagnosa dan menilai perkembangan pengobatan dari suatu penyakit. Jika ingin mengetahui lebih lanjut tentang Hct ini, marilah membaca penjelasan ini lebih lanjut. Penjelasan ini berisi hal-hal yang terkait dengan hematokrit seperti tes dan bagaimana cara mengukurnya, nilai normal Hct, dan apa yang terjadi bila nilai Hct terlalu tinggi atau rendah, dan juga cara mengatasi bila kadar hematokrit tidak normal. Apa itu tes Hematokrit (Hct)? Tes hematokrit (Hct) adalah sebuah tes yang membandingkan proporsi sel darah merah dengan volume semua komponen darah (sel darah merah, sel darah putih, trombosit dan plasma darah) itu sendiri secara bersamaan. Tes hematokrit m...

12 Manfaat Kacang Koro Bagi Tubuh (No. 8 Menakjubkan)

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Salah satu jenis kacang yang kerap dijadikan camilan sehari-hari adalah kacang koro. Namun, sebagian orang justru menghindari kacang ini karena dianggap bisa menyebabkan kegemukan. Kesampingkan mitos tersebut karena faktanya, kacang koro memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, kendati kandungan lemaknya tidak bisa dinafikan. Apa saja manfaat kacang koro bagi tubuh? Apa Itu Kacang Koro? Kacang koro adalah jenis kacang yang masuk dalam famili polong-polongan ( Fabaceae ). Kacang koro yang memiliki nama latin Canavalia ini terbagi lagi ke dalam 3 (tiga), yakni kacang koro benguk ( Mucuna pruriens), kacang koro kecipir ( Pshophocarpus tetragonolobus ), dan yang paling populer kacang koro pedang ( Canavalia gladiata). Selain sebagai camilan, kacang koro pada kesempatan tertentu sering dimanfaatkan sebagi alternatif bahan utama pembuatan tahu dan tempe di samping kacang kedelai. Hal in...

Sanprima: Manfaat, Dosis, Efek Samping

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Sanprima obat apa? Sanprima adalah obat dengan kandungan Cotrimoxazole, yang merupakan antibiotik yang terdisi dari Trimethoprim dan Sulfamethoxazole. Obat ini digunakan untuk mengatasi infeksi akibat bakteri. Ketahui manfaat Sanprima itu obat apa mulai dari manfaat, dosis, petunjuk penggunaan, efek samping, dan lainnya tentang Sanprima berikut ini. Cara Kerja Obat Sanprima Sanprima adalah obat dengan kandungan Trimethoprim dan Sulfamethoxazole yang termasuk ke dalam golongan obat antibiotik. Trimethoprim termasuk ke dalam bakterisida yang bekerja dengan membunuh bakteri, Sedangkan Sulfamethoxazole adalah jenis bakteriostatik yang menyebabkan pertumbuhan dan perkembagan bakteri bersifat statis. Kombinasi kedua obat ini yaitu Cotrimoxazole efektif bekerja pada bakteri gram-positif maupun gram-negatif yang peka terhadap obat ini.Obat ini tidak dapat digunakan untuk menagatasi infeksi j...