Langsung ke konten utama

8 Cara Menjaga Vagina untuk Wanita Berusia 40 Tahun ke Atas

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

rawat-vagina-usia-40-tahun-ke-atas-doktersehat

DokterSehat.Com – Tahukah Anda kalau memasuki masa paruh baya atau berusia 40 tahun ke atas, wanita memiliki kehidupan seks yang paling baik. Bahkan, usia ini bisa dibilang sebagai masa keemasan karena wanita lebih jarang mengalami masalah seks, lebih menerima kondisi tubuhnya, dan orgasme mudah didapatkan.

Karena pada usia ini wanita bisa aktif secara seksual, menjaga kesehatan vagina adalah hal yang wajib dilakukan. Wanita harus melakukan banyak sekali cara untuk membuat vagina tidak terkena masalah sehingga aktivitas seks bisa berjalan lancar dan masalah seperti infeksi atau penyakit lainnya bisa dihindari.

Cara menjaga kesehatan vagina usia 40 tahun ke atas

Berikut beberapa cara untuk menjaga kesehatan vagina dengan baik pada wanita yang memiliki usia 40 tahun ke atas.

  1. Hindari menggunakan bedak tabur

Masalah vagina yang selama ini banyak dialami oleh wanita adalah terlalu basah karena keringat. Kondisi ini menyebabkan aroma dari vagina menjadi buruk. Wanita tidak menginginkan kondisi ini terjadi. Akhirnya mereka lebih sering menaburkan bedak ke area vagina agar aromanya menjadi sedap dan kering.

Kalau Anda sering menaburkan bedak ke area vagina agar kering, kemungkinan terjadi masalalah akan besar. Kalau bedak mengandung zat kimia yang berbahaya, dalam jangka waktu beberapa tahu akan timbul masalah seperti infeksi atau mungkin kanker.

  1. Segera datangi dokter kalau terjadi perdarahan abnormal

Perhatikan kondisi vagina dengan baik. Kalau Anda mengalami perdarahan abnormal yang muncul di luar waktu menstruasi jangan biarkan begitu saja. Selain itu, kalau Anda mengalami perdarahan yang cukup banyak dan berkali-kali saat berhubungan badan, ada baiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

Perdarahan abnormal yang terjadi pada tubuh bisa jadi karena penyakit atau gangguan kronis di vagina atau rahim. Pemeriksaan akan menurunkan risiko terjadi masalah seksual dan reproduksi

  1. Lakukan latihan kegel secara rutin

Lakukan senam kegel setiap harinya atau dua hari sekali secara rutin. Dengan melakukan senam kegel ini otot di sekitar vagina dan pelvis akan kembali kuat seperti sedia kala. Kondisi seperti inkontinensia urine bisa dihindari dan wanita bisa menikmati seks lebih baik.

  1. Selalu gunakan alat kontrasepsi untuk hindari kehamilan

Anda bisa menggunakan kontrasepsi untuk menghindari kehamilan. Kontrasepsi yang bisa digunakan terdiri dari jenis hormonal baik pil, suntik, atau IUD. Gunakan kontrasepsi ini agar vagina lebih sehat dan tidak muncul kekhawatiran kalau sewaktu-waktu terjadi kehamilan. Oh ya, kontrasepsi hormonal hanya mencegah kehamilan saja. Kemungkinan penularan penyakit kelamin masih ada.

  1. Gunakan kondom untuk mencegah penyakit menular seksual

Gunakan kondom untuk mencegah penularan penyakit seks. Penularan penyakit ini bisa menyebabkan gangguan yang besar pada tubuh. Beberapa penyakit tidak hanya mengganggu vagina, tapi juga mengancam kondisi tubuh secara menyeluruh. Kalau Anda dan pasangan sudah memiliki cukup anak dan tidak berniat menambahnya lagi, gunakan kondom setiap bercinta.

  1. Lakukan seks dengan rutin dengan pasangan

Lakukan seks dengan lebih rutin setiap harinya. Seks bisa dilakukan dengan pasangan setiap 2-3 hari sekali atau seminggu sekali. Anda bisa menyesuaikannya dengan kemampuan diri dan pasangan. Intinya lakukan seks dengan lebih rutin agar otot di vagina bekerja dengan maksimal. Kalau vagina jarang sekali digunakan untuk seks, ada kemungkinan terjadi pengenduran otot di area pelvis.

  1. Lakukan pengecekan rutin setiap tahun

Lakukan pengecekan kesehatan vagina secara rutin setiap tahunnya. Pengecekan ini tidak bisa dilakukan dengan hanya melihatnya dari luar saja. Saat bagian vulva tidak terdapat masalah, bisa jadi bagian dalamnya terdapat banyak masalah seperti muncul mioma, kista, atau kanker di area serviks.

Pemeriksaan rutin bisa dilakukan untuk seluruh tubuh. Dengan melakukannya Anda bisa segera tahu apakah vagina mengalami gangguan atau tidak. Kalau mengalami gangguan bisa segera diatasi. Kalau tidak ada gangguan Anda bisa meningkatkan kesehatannya.

  1. Tidur tanpa celana dalam

Kalau Anda bekerja di kantor dan lebih banyak duduk setiap harinya, jangan menggunakan celana dalam saat tidur. Kalau Anda menggunakan celana dalam saat tidur, kemungkinan terjadi keringat di vagina akan besar. Oleh karena itu, lepas saja celana dalam agar vagina lebih segar dan tidak terlalu tersiksa dengan celana dalam yang sempit.

Kesalahan perawatan vagina yang sering dilakukan wanita

Tidak bisa dimungkiri lagi kalau wanita sering sekali melakukan kesalahan dalam menjaga kesehatan vagina. Berikut beberapa jenis kesalahan yang sering dialami dilakukan oleh wanita.

  • Tidak mengetahui arah mencuci vagina dengan benar. Arah yang benar adalah dari depan ke belakang, tidak dari belakang ke depan. Kalau Anda melakukannya dari belakang ke depan, bakteri seperti E. coli dari anus akan ikut terbawa ke depan dan masuk ke vagina.
  • Tidak memerhatikan sanitasi dari vagina setiap harinya. Padahal wanita harus bisa mengganti celana dalamnya secara rutin setiap harinya. Kalau Anda tidak bisa melakukan itu, peluang terjadi infeksi akan besar. Apalagi area vulva dari vagina terbuka dan memudahkan bakteri atau penyakit lainnya untuk masuk.
  • Tidak segera mencuci vaginanya setelah melakukan seks dengan intens. Padahal vagina yang baru saja digunakan untuk seks memiliki banyak sekali kotoran. Setelah bercinta segera bersihkan lalu buang air kecil terlebuh dahulu.

Demikian cara menjaga vagina dengan baik pada wanita yang sudah memiliki usia di atas 40 tahun. Meski saat ini Anda baru berusia 20-an tahun, menjaga kesehatan vagina tetap harus dilakukan agar tidak terjadi masalah di kemudian hari serta Anda dan pasangan bisa lebih intim setiap saat.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sanprima: Manfaat, Dosis, Efek Samping

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Sanprima obat apa? Sanprima adalah obat dengan kandungan Cotrimoxazole, yang merupakan antibiotik yang terdisi dari Trimethoprim dan Sulfamethoxazole. Obat ini digunakan untuk mengatasi infeksi akibat bakteri. Ketahui manfaat Sanprima itu obat apa mulai dari manfaat, dosis, petunjuk penggunaan, efek samping, dan lainnya tentang Sanprima berikut ini. Cara Kerja Obat Sanprima Sanprima adalah obat dengan kandungan Trimethoprim dan Sulfamethoxazole yang termasuk ke dalam golongan obat antibiotik. Trimethoprim termasuk ke dalam bakterisida yang bekerja dengan membunuh bakteri, Sedangkan Sulfamethoxazole adalah jenis bakteriostatik yang menyebabkan pertumbuhan dan perkembagan bakteri bersifat statis. Kombinasi kedua obat ini yaitu Cotrimoxazole efektif bekerja pada bakteri gram-positif maupun gram-negatif yang peka terhadap obat ini.Obat ini tidak dapat digunakan untuk menagatasi infeksi j...

7 Cara Gula Disembunyikan dari Makanan Kemasan (Wajib Tahu)

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . photo credit: Pexels DokterSehat.Com – Gula adalah salah satu penemuan terbesar yang mengubah kehidupan manusia. Tidak hanya memberikan rasa nikmat pada makanan saja. Gula juga memberikan banyak sekali efek samping seperti memicu kondisi diabetes dan masalah lain yang lebih serius. Singkatnya, gula bisa bermanfaat dan bisa juga merugikan. Jadi, selalu perhatikan gula yang ada di sekitar Anda termasuk dalam makanan kemasan. Gula tersembunyi yang bisa berbahaya Makanan kemasan baik dalam bentuk minuman kaleng, botol, hingga camilan manis berbungkus kardus biasanya memiliki kandungan gula. Namun, gula yang diberikan atau dicantumkan pada komposisi sering kali tidak menggunakan kata gula atau sugar. Jadi, beberapa orang awam menganggap makanan itu tidak ada gulanya. Padahal gula memiliki beberapa jenis baik itu gula meja yang sering kita gunakan atau gula buatan dengan nama kimianya yang beragam. Terkadan...

7 Penyebab Nyeri di Bawah Dada dan Bahayanya untuk Tubuh

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Nyeri yang muncul di tubuh tidak bisa disepelekan begitu saja. Kalau rasa nyeri terus datang meski sudah disembuhkan kemungkinan besar ada gangguan besar pada tubuh yang harus segera diatasi. Terlebih lagi kalau nyeri yang terjadi di tubuh letaknya di bawah dada atau payudara. Nah, kira-kira apa saja penyebabnya? Penyebab Nyeri di bawah dada Penyebab nyeri pada dada ada banyak. Beberapa yang paling sering terjadi dan menyebabkan masalah yang cukup besar pada tubuh terdiri dari: Jatuh atau kecelakaan Penyebab pertama dari nyeri yang ada di dada adalah jatuh atau kecelakaan. Saat area dada terkena tekanan kuat dari benda tertentu akan muncul memar dan juga inflamasi. Area di dada yang mengalami gangguan ini biasanya muncul bercak kebiruan. Hal yang kurang lebih sama juga akan dialami oleh seseorang yang menjalani operasi di bagian dada. Seiring dengan penyembuh yang terjadi, rasa nyeri...