Langsung ke konten utama

Kanker Tenggorokan – Penyebab, Gejala dan Faktor Risiko

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

DokterSehat.Com– Kanker tenggorokan adalah kanker yang tumbuh di area tenggorokan. Pertumbuhan kanker ini bisa terjadi di kotak suara, pita suara, maupun bagian tenggorokan lainnya. Sekitar setengah dari kanker ini dimulai di belakang hidung dan berakhir di leher. Biasanya kanker tenggorokan akan berlanjut ke pita suara.

Penyakit kanker tenggorokan cenderung tumbuh dengan cepat. Itu sebabnya perawatan yang lebih awal memberi kesempatan lebih baik untuk mencegah kanker di tenggorokan dan menerapkan pola hidup sehat. Cukup tingginya angka penderita kanker tenggorokan ini menunjukkan bahwa diperlukan pemahaman serta tindakan pencegahan yang tepat, sehingga angka kejadian kanker di kemudian hari dapat ditekan.

Penyebab Kanker Tenggorokan yang Harus Diketahui

Kanker tenggorokan terjadi ketika sel-sel di tenggorokan mengembangkan mutasi genetik. Mutasi-mutasi ini menyebabkan sel-sel tumbuh tak terkendali dan terus hidup setelah sel-sel sehat biasanya mati. Sel yang terakumulasi dapat membentuk tumor di tenggorokan Anda.

Tidak jelas apa yang menyebabkan mutasi dan menjadi penyebab kanker tenggorokan. Tetapi dokter telah mengidentifikasi faktor yang dapat meningkatkan risikonya.

Ada faktor-faktor tertentu yang menjadi penyebab seseorang berisiki mengembangkan kanker tenggorokan, termasuk:

  • Minum terlalu banyak alkohol
  • Menggunakan produk tembakau, termasuk merokok atau mengunyah tembakau
  • Gastroesophageal reflux disease (GERD), suatu kondisi di mana asam dari perut bocor kembali ke dalam pipa makanan
  • Virus Epstein-Barr (EBV), virus umum yang kadang ditemukan dalam air liur
  • Human papillomavirus (infeksi HPV), virus yang ditularkan secara seksual

Kanker tenggorokan juga dapat berkembang jika seseorang memiliki sindrom warisan tertentu, seperti anemia Fanconi.

Jenis kanker terseut paling sering terjadi pada pria dan orang dewasa.

Jenis Kanker Tenggorokan

Kanker tenggorokan adalah istilah umum untuk kanker yang berkembang di tenggorokan (kanker faring) atau di kotak suara (kanker laring). Tenggorokan dan kotak suara terhubung erat, dengan kotak suara yang terletak tepat di bawah tenggorokan.

Meskipun sebagian besar kanker tenggorokan melibatkan jenis sel yang sama, istilah khusus digunakan untuk membedakan bagian tenggorokan tempat kanker berasal.

1. Kanker nasofaring

Kanker ini dimulai di nasofaring – bagian tenggorokan tepat di belakang hidung.

2. Kanker orofaringeal

Kanker yang dimulai di oropharynx – bagian tenggorokan tepat di belakang mulut yang mencakup amandel.

3. Kanker hypopharyngeal (kanker laringofaring)

Dimulai di hipofaring (laringofaring) – bagian bawah tenggorokan, tepat di atas esofagus dan tenggorokan.

4. Kanker glotis

Kanker janis ini mulai dan berkembang pada pita suara Anda.

5. Kanker supraglottic

Kanker ini mulai berkembang di bagian atas laring dan termasuk kanker yang memengaruhi epiglotis, merupakan bagian dari tulang rawan yang menghalangi makanan masuk ke batang tenggorokan Anda.

6. Kanker subglotis

Kanker subglotis mulai berkembang di bagian bawah kotak suara, dan di bawah pita suara Anda.

Gejala Kanker Tenggorokan

Mendeteksi kanker tenggorokan pada tahap awal mungkin tampak sulit. Tanda-tanda dan gejala kanker tenggorokan secara umum dari kanker tenggorokan meliputi:

  • Suara berubah seperti suara pecah atau suara serak.
  • Kesulitan menelan atau bernapas.
  • Sakit tenggorokan, batuk, atau sakit telinga yang tidak hilang.
  • Sakit kepala.
  • Benjolan leher yang keras.
  • Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.
  • Konsultasikan dengan dokter Anda jika gejala berlangsung selama lebih dari beberapa minggu.

Gejala kanker tenggorokan tersebut dapat berasal dari kondisi yang kurang serius, tetapi penting untuk memeriksakan diri terahadap gejalanya.

Faktor Risiko Terkena Kanker Tenggorokan

Merokok dan mengunyah tembakau merupakan faktor risiko terbesar untuk semua kanker kepala dan leher, termasuk kanker tenggorokan. Selain itu, sering mengonsumsi alkhol juga dikaitkan dengan berkembangnya penyakit ini. Risiko akan semakin tinggi ketika wanita minum minuman keras dan merokok.

Selain itu, Human papillomavirus (HPV) juga dikaitkan dengan kanker di belakang mulut ini. Penyakit ini menyebar melalui kontak intim, termasuk oral seks. Anda dapat membantu melindungi anak-anak Anda di kemudian hari dengan melakukan imunisasi vaksin HPV. Anak-anak harus memulai serangkaian suntikan pada usia 11 dan 12 tahun.

Faktor risiko lain termasuk:

  • Jenis kelamin. Pria lima kali lebih mungkin untuk mengalami kanker tenggorokan daripada wanita.
  • Kebanyakan orang bisa didiagnosa setelah usia 65 tahun .
  • Laki-laki Afrika-Amerika berada pada kelompok risiko terbesar.
  • Paparan kimia. Ini termasuk bekerja di sekitar asbes, nikel, dan asap asam sulfat.

Kanker Tenggorokan – Halaman Selanjutnya: 1 2 3



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sanprima: Manfaat, Dosis, Efek Samping

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Sanprima obat apa? Sanprima adalah obat dengan kandungan Cotrimoxazole, yang merupakan antibiotik yang terdisi dari Trimethoprim dan Sulfamethoxazole. Obat ini digunakan untuk mengatasi infeksi akibat bakteri. Ketahui manfaat Sanprima itu obat apa mulai dari manfaat, dosis, petunjuk penggunaan, efek samping, dan lainnya tentang Sanprima berikut ini. Cara Kerja Obat Sanprima Sanprima adalah obat dengan kandungan Trimethoprim dan Sulfamethoxazole yang termasuk ke dalam golongan obat antibiotik. Trimethoprim termasuk ke dalam bakterisida yang bekerja dengan membunuh bakteri, Sedangkan Sulfamethoxazole adalah jenis bakteriostatik yang menyebabkan pertumbuhan dan perkembagan bakteri bersifat statis. Kombinasi kedua obat ini yaitu Cotrimoxazole efektif bekerja pada bakteri gram-positif maupun gram-negatif yang peka terhadap obat ini.Obat ini tidak dapat digunakan untuk menagatasi infeksi j...

7 Cara Gula Disembunyikan dari Makanan Kemasan (Wajib Tahu)

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . photo credit: Pexels DokterSehat.Com – Gula adalah salah satu penemuan terbesar yang mengubah kehidupan manusia. Tidak hanya memberikan rasa nikmat pada makanan saja. Gula juga memberikan banyak sekali efek samping seperti memicu kondisi diabetes dan masalah lain yang lebih serius. Singkatnya, gula bisa bermanfaat dan bisa juga merugikan. Jadi, selalu perhatikan gula yang ada di sekitar Anda termasuk dalam makanan kemasan. Gula tersembunyi yang bisa berbahaya Makanan kemasan baik dalam bentuk minuman kaleng, botol, hingga camilan manis berbungkus kardus biasanya memiliki kandungan gula. Namun, gula yang diberikan atau dicantumkan pada komposisi sering kali tidak menggunakan kata gula atau sugar. Jadi, beberapa orang awam menganggap makanan itu tidak ada gulanya. Padahal gula memiliki beberapa jenis baik itu gula meja yang sering kita gunakan atau gula buatan dengan nama kimianya yang beragam. Terkadan...

7 Penyebab Nyeri di Bawah Dada dan Bahayanya untuk Tubuh

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Nyeri yang muncul di tubuh tidak bisa disepelekan begitu saja. Kalau rasa nyeri terus datang meski sudah disembuhkan kemungkinan besar ada gangguan besar pada tubuh yang harus segera diatasi. Terlebih lagi kalau nyeri yang terjadi di tubuh letaknya di bawah dada atau payudara. Nah, kira-kira apa saja penyebabnya? Penyebab Nyeri di bawah dada Penyebab nyeri pada dada ada banyak. Beberapa yang paling sering terjadi dan menyebabkan masalah yang cukup besar pada tubuh terdiri dari: Jatuh atau kecelakaan Penyebab pertama dari nyeri yang ada di dada adalah jatuh atau kecelakaan. Saat area dada terkena tekanan kuat dari benda tertentu akan muncul memar dan juga inflamasi. Area di dada yang mengalami gangguan ini biasanya muncul bercak kebiruan. Hal yang kurang lebih sama juga akan dialami oleh seseorang yang menjalani operasi di bagian dada. Seiring dengan penyembuh yang terjadi, rasa nyeri...