Langsung ke konten utama

Seniman Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

arswendo-doktersehat
Photo Source: Media Indonesia/M. Irfan

DokterSehat.Com– Seniman Arswendo Atmowiloto yang dikenal luas sebagai penulis novel Keluarga Cemara dikabarkan tutup usia hari ini, Jumat, 19 Juli 2019 di usia 70 tahun. Salah satu keluarga Arswendo, Merry Thung menyebut Arswendo meninggal pada pukul 17.50 WIB.

Arswendo Atmowiloto meninggal karena kanker prostat

Jenazah Arswendo dikabarkan masih disemayamkan di rumah duka yang ada di Pesanggrahan, Jaksel. Sejak 24 Juni 2019, kondisi kesehatan Arswendo yang mengidap kanker prostat mengalami penurunan hingga akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta. Dua bulan terakhir, Arswendo bahkan disebut-sebut sampai dua kali menjalani prosedur operasi demi mengatasi kanker prostat yang diidapnya.

Berbagai faktor penyebab kanker prostat

Berdasarkan data yang dikeluarkan pada 2011, kanker prosat ternyata menjadi penyebab kanker terbanyak nomor 5 di Indonesia. Masalahnya adalah penyakit yang lebih sering menyerang kaum pria ini seringkali disepelekan gejala atau faktor-faktor pemicunya.

Berikut adalah berbagai faktor yang bisa mempengaruhi risiko terkena kanker prostat

  1. Faktor usia

Pakar kesehatan menyebut kanker prostat sebagai masalah kesehatan yang cenderung menyerang pria berusia lanjut. Sekitar 80 persen dari total kasus kanker prostat ternyata menyerang pria dengan usia lebih dari 65 tahun. Hal ini berarti, para lansia memang sebaiknya mewaspadai masalah kesehatan ini.

  1. Memiliki faktor keturunan

Faktor genetik atau keturunan memiliki pengaruh besar bagi risiko kanker prostat. Jika salah satu anggota keluarga memiliki kanker prostat, maka risiko untuk terkena penyakit ini akan meningkat. Hal ini berarti, jika ada keluarga dengan riwayat penyakit ini, kita harus menerapkan gaya hidup sehat demi mencegah kedatangannya.

  1. Mengalami obesitas

Pria yang memiliki masalah obesitas cenderung memiliki risiko lebih besar untuk terkena masalah kanker prostat. Karena alasan inilah kita memang sebaiknya menjaga pola makan yang sehat dan berolahraga secara teratur demi menjaga berat badan tetap ideal.

  1. Pola makan

Pola makan yang sehat tak hanya akan membuat berat badan terjaga, namun akan menurunkan risiko terkena kanker prostat. Jika kita mengonsumsi makanan dengan kandungan kalsium tinggi dengan berlebihan, maka risiko terkena penyakit ini akan naik. Hal ini berarti, kita memang sebaiknya tidak berlebihan mengonsumsi daging merah atau produk susu dengan kandungan lemak yang tinggi.

  1. Berasal dari ras tertentu

Orang-orang yang berasal dari ras Afrika-Amerika, Karibia, Amerika Utara, Eropa Barat Laut, serta Australia cenderung lebih berisiko terkena kanker prostat.

  1. Menderita penyakit menular seksual

Mereka yang menderita penyakit menular seksual seperti gonorea atau klamidia ternyata juga memiliki risiko lebih besar terkana kanker prostat.

Beberapa gejala awal dari kanker prostat yang sebaiknya kita waspadai

Selain faktor pemicu dari kanker prostat, kita juga sebaiknya mewaspadai gejala awal dari penyakit ini.

Berikut adalah berbagai gejala awal dari kanker prostat.

  • Mengalami perubahan kebiasaan buang air kecil layaknya lebih sering ingin melakukannya, khususnya di waktu malam.
  • Sulit untuk menahan keinginan buang air kecil.
  • Mengalami gangguan saat melakukan buang air kecil seperti sulit untuk mengeluarkannya.
  • Aliran urine cenderung semakin lemah atau bahkan putus-putus.
  • Merasa kandung kemih belum benar-benar kosong.
  • Sensasi terbakar saat melakukan buang air kecil.
  • Keluarnya darah pada urine.

Jika kanker sudah mulai menyebar, akan menyebabkan gejala seperti sensasi nyeri pada punggung, pinggang, dan paha, berat badan yang menurun drastis, tubuh yang lelah, hingga tak lagi mampu mengendalikan kebiasaan buang air kecil.

Pastikan untuk memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter jika mulai curiga dengan perubahan kebiasaan buang air kecil demi memastikan apakah terkait dengan kanker prostat atau tidak.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hematokrit: Definisi, Nilai Normal, dan Nilai Tidak Normal

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Mungkin beberapa di antara kita sering kali mendengar istilah hematokrit atau Hct. Nilai Hct dinyatakan dalam bentuk persentase dalam hasil laboratorium. Tinggi atau rendahnya nilai Hct apat membantu dokter untuk menegakan suatu diagnosa dan menilai perkembangan pengobatan dari suatu penyakit. Jika ingin mengetahui lebih lanjut tentang Hct ini, marilah membaca penjelasan ini lebih lanjut. Penjelasan ini berisi hal-hal yang terkait dengan hematokrit seperti tes dan bagaimana cara mengukurnya, nilai normal Hct, dan apa yang terjadi bila nilai Hct terlalu tinggi atau rendah, dan juga cara mengatasi bila kadar hematokrit tidak normal. Apa itu tes Hematokrit (Hct)? Tes hematokrit (Hct) adalah sebuah tes yang membandingkan proporsi sel darah merah dengan volume semua komponen darah (sel darah merah, sel darah putih, trombosit dan plasma darah) itu sendiri secara bersamaan. Tes hematokrit m...

12 Manfaat Kacang Koro Bagi Tubuh (No. 8 Menakjubkan)

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Salah satu jenis kacang yang kerap dijadikan camilan sehari-hari adalah kacang koro. Namun, sebagian orang justru menghindari kacang ini karena dianggap bisa menyebabkan kegemukan. Kesampingkan mitos tersebut karena faktanya, kacang koro memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, kendati kandungan lemaknya tidak bisa dinafikan. Apa saja manfaat kacang koro bagi tubuh? Apa Itu Kacang Koro? Kacang koro adalah jenis kacang yang masuk dalam famili polong-polongan ( Fabaceae ). Kacang koro yang memiliki nama latin Canavalia ini terbagi lagi ke dalam 3 (tiga), yakni kacang koro benguk ( Mucuna pruriens), kacang koro kecipir ( Pshophocarpus tetragonolobus ), dan yang paling populer kacang koro pedang ( Canavalia gladiata). Selain sebagai camilan, kacang koro pada kesempatan tertentu sering dimanfaatkan sebagi alternatif bahan utama pembuatan tahu dan tempe di samping kacang kedelai. Hal in...

Sanprima: Manfaat, Dosis, Efek Samping

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Sanprima obat apa? Sanprima adalah obat dengan kandungan Cotrimoxazole, yang merupakan antibiotik yang terdisi dari Trimethoprim dan Sulfamethoxazole. Obat ini digunakan untuk mengatasi infeksi akibat bakteri. Ketahui manfaat Sanprima itu obat apa mulai dari manfaat, dosis, petunjuk penggunaan, efek samping, dan lainnya tentang Sanprima berikut ini. Cara Kerja Obat Sanprima Sanprima adalah obat dengan kandungan Trimethoprim dan Sulfamethoxazole yang termasuk ke dalam golongan obat antibiotik. Trimethoprim termasuk ke dalam bakterisida yang bekerja dengan membunuh bakteri, Sedangkan Sulfamethoxazole adalah jenis bakteriostatik yang menyebabkan pertumbuhan dan perkembagan bakteri bersifat statis. Kombinasi kedua obat ini yaitu Cotrimoxazole efektif bekerja pada bakteri gram-positif maupun gram-negatif yang peka terhadap obat ini.Obat ini tidak dapat digunakan untuk menagatasi infeksi j...