Langsung ke konten utama

Nunung Ditangkap karena Memakai Sabu, Ini Bahaya untuk Tubuh!

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

nunung-doktersehat
Photo Source: radarcirebon.com

DokterSehat.Com– Kabar mengejutkan tentang artis yang memakai narkoba kembali menghebohkan masyarakat. Kali ini, pelawak Nunung dan suaminya, July Jan Sambiran ditangkap polisi akibat memiliki sabu. Keduanya ditangkap bersama dengan seorang pengedar narkoba.

Nunung ditangkap karena kepemilikan sabu

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono menyebut Nunung dan suaminya membeli sabu seberat 2 gram dari seorang pengedar dengan harga Rp3,7 juta. Penangkapan ketiga orang ini diawali dari laporan masyarakat. Setelah menjalankan tes urine, dipastikan bahwa Nunung dan suaminya juga positif mengunakan narkoba.

Proses penangkapan Nunung dan suami terjadi pada Jumat 19 Juli 2019 siang. Sebelumnya, polisi sempat melakukan pengawasan dan penelusuran di kediamannya. Pihak pertama yang ditangkap adalah Hari Moheriyanto, pengedar narkoba yang bertransaksi dengan Nunung pada pukul 12.30 WIB.

Sekitar 45 menit kemudian, Nunung dan suaminya kemudian digerebek di rumahnya yang ada di kawasan Jalan Tebet Timur, Jakarta Selatan. Setelah digeledah, didapatkan sisa sabu dengan berat 0,36 gram. Sabu ini adalah sisa dari yang dibeli dari sang pengedar sebelumnya dengan berat 2 gram.

Nunung dan suaminya diketahui sudah menggunakan narkoba selama 5 bulan. Tujuan dari penggunaan narkotika ini adalah demi menambah stamina saat bekerja.

“Nunung dan suaminya sudah melakukan transaksi dengan Hari sekitar 10 kali dalam 3 bulan terakhir. Mereka berdua mengaku sudah menggunakan sabu dalam 5 bulan terakhir demi menjaga stamina untuk bekerja. Hasil tes urine juga menunjukkan positif,” terang Kombes Pol Argo.

Bahaya sabu bagi tubuh seperti yang digunakan oleh Nunung

Sabu atau methamphetamine memiliki pengaruh yang sangat kuat bagi kondisi saraf kita. Penggunaannya akan memicu efek euphoria, meningkatnya suasana hati, konsentrasi, serta rasa percaya diri. Bagi mereka yang membutuhkan stamina tambahan untuk melakukan aktivitas sehari-hari, efek dari penggunaan sabu tentu akan sangat terasa.

Dampak kesehatan penggunaan sabu juga sangat berbahaya. Dalam jangka pendek akan memicu:

  • Penurunan berat badan dengan drastis
  • Merusak pola tidur
  • Memicu mual-mual
  • Delusi
  • Gangguan mental (mudah marah, lebih agresif, mengalami halusinasi, mudah cemas, atau menjadi hiperaktif)

Sabu juga bisa menyebabkan efek seperti kejang-kejang, apalagi jika dikonsumsi dengan berlebihan.

Dampak jangka panjang penggunaan sabu

Sabu bisa menyebabkan dampak ketergantungan.

Pengaruh dari narkoba ini sangatlah dahsyat sehingga bisa membuat tubuh kehilangan nafsu makan dengan drastis dan akhirnya memicu kekurangan nutrisi. Bahkan, pembuluh darah juga bisa mengalami kerusakan parah akibat hal ini.

Jika sampai pembuluh darah rusak, maka denyut jantung juga akan meningkat drastis demi membuat oksigen bisa terdistribusi ke berbagai bagian tubuh. Sayangnya, hal ini bisa memicu kerusakan jantung, menyebabkan masalah aritmia, hingga memicu stroke yang berpotensi mematikan.

Cara berhenti menggunakan sabu

Mengingat kemampuannya dalam memicu ketergantungan, berhenti menggunakan sabu bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Bahkan, banyak mantan pengguna sabu yang mengaku masih merasakan gejala dan keinginan untuk menggunakannya lagi meski sudah sangat lama tidak lagi mengonsumsinya.

Hal ini disebabkan oleh kemampuan sabu dalam merusak sistem di dalam otak yang mengendalikan hormon serotonin dan dopamine, hormon yang bisa membuat kita merasakan tenang dan berbahagia.

Melihat fakta ini, pengguna sabu memang sebaiknya meminta bantuan dokter atau datang ke tempat rehabilitasi demi membantunya mengatasi kecanduan obat terlarang ini. Prosesnya tentu akan sangat berat dan bisa saja berlangsung sangat lama, namun hal ini perlu untuk dilakukan demi mencegah dampak yang jauh lebih buruk jika terus menggunakan sabu.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hematokrit: Definisi, Nilai Normal, dan Nilai Tidak Normal

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Mungkin beberapa di antara kita sering kali mendengar istilah hematokrit atau Hct. Nilai Hct dinyatakan dalam bentuk persentase dalam hasil laboratorium. Tinggi atau rendahnya nilai Hct apat membantu dokter untuk menegakan suatu diagnosa dan menilai perkembangan pengobatan dari suatu penyakit. Jika ingin mengetahui lebih lanjut tentang Hct ini, marilah membaca penjelasan ini lebih lanjut. Penjelasan ini berisi hal-hal yang terkait dengan hematokrit seperti tes dan bagaimana cara mengukurnya, nilai normal Hct, dan apa yang terjadi bila nilai Hct terlalu tinggi atau rendah, dan juga cara mengatasi bila kadar hematokrit tidak normal. Apa itu tes Hematokrit (Hct)? Tes hematokrit (Hct) adalah sebuah tes yang membandingkan proporsi sel darah merah dengan volume semua komponen darah (sel darah merah, sel darah putih, trombosit dan plasma darah) itu sendiri secara bersamaan. Tes hematokrit m...

12 Manfaat Kacang Koro Bagi Tubuh (No. 8 Menakjubkan)

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Salah satu jenis kacang yang kerap dijadikan camilan sehari-hari adalah kacang koro. Namun, sebagian orang justru menghindari kacang ini karena dianggap bisa menyebabkan kegemukan. Kesampingkan mitos tersebut karena faktanya, kacang koro memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, kendati kandungan lemaknya tidak bisa dinafikan. Apa saja manfaat kacang koro bagi tubuh? Apa Itu Kacang Koro? Kacang koro adalah jenis kacang yang masuk dalam famili polong-polongan ( Fabaceae ). Kacang koro yang memiliki nama latin Canavalia ini terbagi lagi ke dalam 3 (tiga), yakni kacang koro benguk ( Mucuna pruriens), kacang koro kecipir ( Pshophocarpus tetragonolobus ), dan yang paling populer kacang koro pedang ( Canavalia gladiata). Selain sebagai camilan, kacang koro pada kesempatan tertentu sering dimanfaatkan sebagi alternatif bahan utama pembuatan tahu dan tempe di samping kacang kedelai. Hal in...

Sanprima: Manfaat, Dosis, Efek Samping

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Sanprima obat apa? Sanprima adalah obat dengan kandungan Cotrimoxazole, yang merupakan antibiotik yang terdisi dari Trimethoprim dan Sulfamethoxazole. Obat ini digunakan untuk mengatasi infeksi akibat bakteri. Ketahui manfaat Sanprima itu obat apa mulai dari manfaat, dosis, petunjuk penggunaan, efek samping, dan lainnya tentang Sanprima berikut ini. Cara Kerja Obat Sanprima Sanprima adalah obat dengan kandungan Trimethoprim dan Sulfamethoxazole yang termasuk ke dalam golongan obat antibiotik. Trimethoprim termasuk ke dalam bakterisida yang bekerja dengan membunuh bakteri, Sedangkan Sulfamethoxazole adalah jenis bakteriostatik yang menyebabkan pertumbuhan dan perkembagan bakteri bersifat statis. Kombinasi kedua obat ini yaitu Cotrimoxazole efektif bekerja pada bakteri gram-positif maupun gram-negatif yang peka terhadap obat ini.Obat ini tidak dapat digunakan untuk menagatasi infeksi j...