Langsung ke konten utama

Multiple Myeloma: Penyebab, Gejala, Diagnosis dan Pengobatan

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

multiple-myeloma-doktersehat

DokterSehat.Com – Multiple myeloma adalah termasuk kanker ganas yang berasal dari sel plasma, yakni sejenis sel darah putih yang diproduksi di sumsum tulang yang membantu tubuh melawan infeksi. Ketika Anda mengalami multiple myeloma, sel plasma akan memproduksi protein secara berlebihan yang pada akhirnya bisa merusak beberapa organ tubuh seperti tulang dan ginjal.

Penyebab Multiple Myeloma

Hingga kini penyebab kanker multiple myeloma belum bisa ditentukan dengan pasti. Pertumbuhan sel plasma yang berubah menjadi kanker menciptakan tumor di dalam sumsum tulang belakang dan bisa menyebabkan gangguan pada bagian tubuh lainnya.

Apabila Anda mengembangkan tumor tunggal, penyakit ini disebut isolated (solitary) plasmacytoma. Sementara itu, jika Anda memiliki lebih dari satu plasmacytoma, hal ini dianggap sebagai multiple myeloma.

Meski penyebab multiple myeloma belum bisa dipastikan, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena multiple myeloma, di antaranya:

1. Jenis kelamin

Dibanding dengan wanita, seorang pria berisiko lebih tinggi mengalami multiple myeloma.

2. Ras

Seseorang yang memiliki kulit hitam 2 kali lebih mungkin terkena multiple myeloma dibanding mereka yang memiliki kulit putih.

3. Usia

Penyakit multiple myeloma bisa meningkat seiring bertambahnya usia. Pada beberapa kasus, seseorang terdiagnosa saat memasuki usia di atas 60 tahun.

4. Riwayat monoclonal gammopathy of unddertermined significance (MGUS) dan plasmasitoma

Sel plasma mengeluarkan protein M (bukan antibodi) dalam jumlah rendah disebut juga sebagai MGUS. Sementara itu, plasmasitoma bisa terjadi saat pertumbuhan abnormal sel plasma membentuk sebuah tumor di suatu bagian tubuh. Plasmasitoma dapat dikategorikan ke dalam dua jenis: plasmasitoma dalam tulang dan plasmasitoma ekstramedular.

Gejala Multiple Myeloma

Pada dasarnya, gejala mieloma multipel yang dirasakan setiap orang berbeda-beda. Pada awalnya, multiple myeloma tidak menimbulkan gejala apapun. Berikut ini adalah gejala multiple myeloma lainnya yang bisa Anda kenali, di antaranya:

1. Muncul infeksi

Penderita multiple myeloma rentan mengalami infeksi pernapasan dan infeksi saluran kemih, penanganan yang terlambat dapat mengakibatkan kematian. Infeksi sering terjadi pada penderita usia lanjut adalah sesuatu yang harus diwaspadai. Segera lakukan pemeriksaan bila Anda mengalami anemia, nyeri tulang, dan pendarahan.

2. Anemia

Sumsum tulang belakang penderita multiple myeloma biasanya mengalami tekanan sehingga mengakibatkan anemia.

3. Masalah tulang

Gangguan pada tulang yang bisa terjadi seperti nyeri tulang, patah tulang, massa lokal, bahkan kelumpuhan. Sel multiple myeloma bisa mengurangi zat yang memproduksi sel tulang baru (osteoblast) dan mempercepat pelarutan sel tulang (osteoclast)

Kondisi ini membuat tulang mudah patah dan lemah. Masalah utama penderita multiple myeloma adalah tulang retak. Kondisi ini melemahkan tulang dan membuat tulang mudah patah. Tulang yang retak adalah masalah utama pada pengidap multiple myeloma.

4. Hiperkalsemia

Berkaitan dengan penjelasan sebelumnya, tanpa adanya sinyal tulang retak untuk membuat sel tulang baru, kadar kalsium dalam tubuh bisa meningkat hingga menyebabkan hiperkalsemia.

Gejala yang bisa terlihat ketika Anda mengalamai hiperkalsemia adalah kelelahan, muntah, sembelit, kebingungan, dan poliuria. Jumlah kalsium dalam darah yang melebihi batas normal ini dapat menyebabkan diare, dehidrasi, dan buang air kecil yang berlebihan

5. Hiperviskositas

Kondisi ini bisa terlihat ketika muncul gejala seperti pusing, tinnitus, vertigo, kelainan jantung, kehilangan kesadaran secara tiba-tiba, mati rasa pada jari, dan gagal jantung kronis.

6. Gangguan fungsi ginjal

Perlu Anda ketahui bahwa antibodi yang dibuat oleh sel multiple myeloma bisa membahayakan ginjal. Dampak terburuknya adalah kerusakan ginjal hingga menyebabkan gagal ginjal.

Diagnosis Multiple Myeloma

Penyakit multiple myeloma adalah salah satu jenis penyakit yang sulit untuk didiagnosis karena tidak menunjukkan gejala tertentu. Guna mendeteksi apakah seseorang mengalami multiple myeloma, dokter biasanya akan melakukan serangkaian tes berdasarkan gejala dan faktor risiko terkait.

Beberapa jenis tes yang harus dijalani penderita multiple myeloma, di antaranya:

1. Pemeriksaan urine

Diagnosis multiple myeloma yang pertama adalah dengan memeriksa urine. Pemeriksaan bisa dilakukan dengan urine protein electrophoresis, imunofiksasi, dan free light chain (FLC) assay. Pengumpulan protein selama 24 jam diperlukan untuk mendeteksi jumlah protein abnormal.

2. Tes darah

Setelah dilakukan pemeriksaan urine, langkah lanjutan yang bisa dilakukan adalah tes darah lengkap mencakup kadar kalsium, albumin, globulin, LDH (lactate dehydrogenase) dan fungsi ginjal.

3. Pemeriksaan aspirasi sumsum tulang

Tes ini dilakukan dengan mengambil sampel darah dan jaringan dari aspirasi sumsum tulang yang diambil dari tulang panggul , hal ini diperlukan untuk melihat gambaran pertumbuhan sel plasma.

4. Pemindaian

Pemindaian yang bisa dilakukan seperti Rontgen, MRI, CT scan, hingga PET scan. Pemindaian diperlukan untuk mendeteksi kelainan pada tulang yang memiliki kaitan dengan multiple myeloma. Bagian tubuh yang bisa dilakukan pemindaian seperti tulang belakang, kepala, lengan, tungkai dan panggul.

Pada akhirnya, semua informasi dari proses diagnosis akan digunakan oleh dokter onkologi untuk menentukan tingkat stadium. Informasi mengenai peningkatan risiko stadium  adalah sesuatu yang penting untuk menentukan cara perawatan dan memahami prognosis Anda.

Pengobatan Multiple Myeloma

Seperti halnya penyebab multiple myeloma yang belum diketahui secara pasti, pengobatan multiple myeloma juga belum ditemukan obatnya. Meski begitu, beberapa perawatan bisa dilakukan untuk meredakan rasa sakit, mencegah terjadinya komplikasi dan memperlambat perkembangan multiple myeloma.

Beberapa pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi multiple myeloma adalah:

1. Kemoterapi dan obat-obatan

Kemoterapi adalah terapi konvensional yang bertujuan untuk membunuh sel myeloma. Selain itu, mengonsumsi obat untuk membunuh sel kanker multiple myeloma–biasa dikombinasikan dengan pemberian obat immunosupresan guna menekan sistem imun.

Obat lain yang bisa digunakan adalah obat golongan bisphosphonatedigunakan untuk  menurunkan kadar kalsium dalam darah dan mencegah kerusakan tulang, obat antinyeri dan Erythropoietin yang bisa dikonsumsi untuk mengatasi anemia.

2. Transplantasi sel induk

Sebuah prosdur perawatan yang memungkinkan penggantian sumsum tulang yang berpenyakit dengan yang sehat setelah kemoterapi.

3. Radioterapi

Meski terapi ini jarang digunakan, namun prosedur ini cocok untuk mengobati multiple myeloma. Radioterapi fokus dengan gejala nyeri tulang lokal hingga tekanan pada saraf tulang belakang.

Menggunakan sinar-X dan proton, radioterapi digunakan untuk menghentikan pertumbuhan sel myeloma yang memicu timbulnya rasa sakit serta menghancurkan sel kanker.

4. Operasi

Prosedur operasi dilakukan apabila terdapat kelainan pada tulang. Langkah ini diperlukan untuk memperkuat sekaligus memperbaiki tulang yang rusak.

5. Cuci darah

Apabila kerusakan pada ginjal berkembang menjadi gagal ginjal, prosedur cuci darah harus dilakukan.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sanprima: Manfaat, Dosis, Efek Samping

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Sanprima obat apa? Sanprima adalah obat dengan kandungan Cotrimoxazole, yang merupakan antibiotik yang terdisi dari Trimethoprim dan Sulfamethoxazole. Obat ini digunakan untuk mengatasi infeksi akibat bakteri. Ketahui manfaat Sanprima itu obat apa mulai dari manfaat, dosis, petunjuk penggunaan, efek samping, dan lainnya tentang Sanprima berikut ini. Cara Kerja Obat Sanprima Sanprima adalah obat dengan kandungan Trimethoprim dan Sulfamethoxazole yang termasuk ke dalam golongan obat antibiotik. Trimethoprim termasuk ke dalam bakterisida yang bekerja dengan membunuh bakteri, Sedangkan Sulfamethoxazole adalah jenis bakteriostatik yang menyebabkan pertumbuhan dan perkembagan bakteri bersifat statis. Kombinasi kedua obat ini yaitu Cotrimoxazole efektif bekerja pada bakteri gram-positif maupun gram-negatif yang peka terhadap obat ini.Obat ini tidak dapat digunakan untuk menagatasi infeksi j...

7 Cara Gula Disembunyikan dari Makanan Kemasan (Wajib Tahu)

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . photo credit: Pexels DokterSehat.Com – Gula adalah salah satu penemuan terbesar yang mengubah kehidupan manusia. Tidak hanya memberikan rasa nikmat pada makanan saja. Gula juga memberikan banyak sekali efek samping seperti memicu kondisi diabetes dan masalah lain yang lebih serius. Singkatnya, gula bisa bermanfaat dan bisa juga merugikan. Jadi, selalu perhatikan gula yang ada di sekitar Anda termasuk dalam makanan kemasan. Gula tersembunyi yang bisa berbahaya Makanan kemasan baik dalam bentuk minuman kaleng, botol, hingga camilan manis berbungkus kardus biasanya memiliki kandungan gula. Namun, gula yang diberikan atau dicantumkan pada komposisi sering kali tidak menggunakan kata gula atau sugar. Jadi, beberapa orang awam menganggap makanan itu tidak ada gulanya. Padahal gula memiliki beberapa jenis baik itu gula meja yang sering kita gunakan atau gula buatan dengan nama kimianya yang beragam. Terkadan...

7 Penyebab Nyeri di Bawah Dada dan Bahayanya untuk Tubuh

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Nyeri yang muncul di tubuh tidak bisa disepelekan begitu saja. Kalau rasa nyeri terus datang meski sudah disembuhkan kemungkinan besar ada gangguan besar pada tubuh yang harus segera diatasi. Terlebih lagi kalau nyeri yang terjadi di tubuh letaknya di bawah dada atau payudara. Nah, kira-kira apa saja penyebabnya? Penyebab Nyeri di bawah dada Penyebab nyeri pada dada ada banyak. Beberapa yang paling sering terjadi dan menyebabkan masalah yang cukup besar pada tubuh terdiri dari: Jatuh atau kecelakaan Penyebab pertama dari nyeri yang ada di dada adalah jatuh atau kecelakaan. Saat area dada terkena tekanan kuat dari benda tertentu akan muncul memar dan juga inflamasi. Area di dada yang mengalami gangguan ini biasanya muncul bercak kebiruan. Hal yang kurang lebih sama juga akan dialami oleh seseorang yang menjalani operasi di bagian dada. Seiring dengan penyembuh yang terjadi, rasa nyeri...