Langsung ke konten utama

Kanker Paru Menyebar ke Tulang, Sutopo Purwo Berobat ke China

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

sutopo-doktersehat
Photo Source: Twitter.com/Sutopo_PN

DokterSehat.Com– Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengaku kondisi kanker paru yang dideritanya semakin parah. Penyakit ini bahkan sudah menyebar ke tulang dan organ-organ tubuh lainnya. Akibat hal ini, Sutopo kini pergi ke Guangzhou, China untuk mendapatkan pengobatan.

Sutopo Purwo Berobat ke China karena Kanker Paru Menyebar ke Tulang

Pria yang dikenal luas sebagai penyebar informasi terkait dengan bencana alam di Indonesia ini mengunggah kondisi terbarunya di media sosial Instagram. Saat itu, Sutopo sedang berada di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan akan pergi ke China demi berobat.

“Hari ini saya mau ke Guangzhou untuk berobat. Kanker paru yang saya derita sudah menyebar di tulang dan organ tubuh lainnya. Pilihan ini saya ambil karena kanker ini sudah semakin menyakitkan,” ucap Sutopo.

Sutopo juga mengharapkan doa dari rekan-rekan dan masyarakat agar bisa segera sembuh dari kanker paru stadium 4 yang telah diidapnya dalam kurun waktu dua tahun terakhir.

“Saya mohon doa restu agar bisa sembuh dari sakit kanker sehingga bisa berkumpul bersama dengan keluarga dan teman-teman,” lanjutnya.

Sutopo mengaku akan berada di China selama satu bulan. Selama itu pula ia tidak akan bisa memberikan informasi terkait bencana alam di Indonesia dengan cepat seperti biasa.

6 Jenis Pengobatan Kanker Paru-Paru

Pakar kesehatan menyebut ada banyak sekali jenis pengobatan yang bisa dipilih oleh penderita kanker paru, namun berbagai pengobatan ini juga bergantung pada kondisi setiap penderita yang berbeda-beda.

Berikut adalah beberapa jenis pengobatan kanker paru yang bisa dijalani:

  1. Prosedur operasi

Pakar kesehatan menyebut prosedur operasi sebagai salah satu cara yang paling umum dilakukan untuk menyembuhkan kanker paru. Hanya saja, hanya penderita kanker stadium awal layaknya stadium 1, stadium 2, dan stadium 3A yang diperbolehkan menjalani prosedur ini.

Hal ini disebabkan oleh kanker yang masih dalam stadium awal biasanya belum menyebar sehingga bisa disingkirkan dari dalam tubuh. Biasanya, setelah menjalani prosedur operasi, penderita kanker paru bisa menjalani kemoterapi atau radiasi demi benar-benar menuntaskan sel-sel kanker yang belum ditangani.

  1. Kemoterapi

Kemoterapi adalah prosedur untuk mengatasi berbagai macam kanker yang paling dikenal masyarakat. Biasanya, terapi ini menggunakan obat-obatan khusus yang ditujukan untuk kanker yang diderita. Terdapat sekitar 100 obat kemoterapi yang bisa digunakan penderita kanker. Biasanya, obat-obatan ini disuntikkan ke pembuluh darah.

  1. Radioterapi

Radioterapi memakai sejenis gelombang dengan energi yang tinggi untuk menghancurkan sel-sel kanker. Hanya saja, terapi ini cenderung hanya akan mampu menghancurkan sel-sel kanker di satu wilayah saja sehingga tidak bisa benar-benar mengatasi sel kanker yang telah tersebar di organ lainnya. Hal ini berarti, penderita kanker harus mengombinasikan radioterapi dengan terapi lainnya jika ingin cepat sembuh.

  1. Immunoterapi

Immunoterapi dilakukan dengan cara meningkatkan kekuatan sel-sel imun dalam melawan kanker. Biasanya, prosedur ini dilakukan pada penderita kanker stadium lanjut jika mereka sudah menjalani pembedahan atau kemoterapi yang kurang mampu membersihkan sel-sel kanker.

  1. Prosedur terapi target

Sebenarnya terapi target cenderung mirip dengan kemoterapi. Hanya saja, obat-obatan yang digunakan memiliki perbedaan yang mendasar. Obat untuk mengatasi kanker harus sesuai dengan marker molekluer atau kondisi sel-sel yang bermutasi.

  1. Cyrosurgery

Cryosurgery tergolong dalam terapi pengobatan kanker yang baru dengan memakai peralatan computerized tomography yang kemudian dikaitkan dengan peralatan khusus artau cyro demi menghancurkan sel-sel kanker.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hematokrit: Definisi, Nilai Normal, dan Nilai Tidak Normal

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Mungkin beberapa di antara kita sering kali mendengar istilah hematokrit atau Hct. Nilai Hct dinyatakan dalam bentuk persentase dalam hasil laboratorium. Tinggi atau rendahnya nilai Hct apat membantu dokter untuk menegakan suatu diagnosa dan menilai perkembangan pengobatan dari suatu penyakit. Jika ingin mengetahui lebih lanjut tentang Hct ini, marilah membaca penjelasan ini lebih lanjut. Penjelasan ini berisi hal-hal yang terkait dengan hematokrit seperti tes dan bagaimana cara mengukurnya, nilai normal Hct, dan apa yang terjadi bila nilai Hct terlalu tinggi atau rendah, dan juga cara mengatasi bila kadar hematokrit tidak normal. Apa itu tes Hematokrit (Hct)? Tes hematokrit (Hct) adalah sebuah tes yang membandingkan proporsi sel darah merah dengan volume semua komponen darah (sel darah merah, sel darah putih, trombosit dan plasma darah) itu sendiri secara bersamaan. Tes hematokrit m...

12 Manfaat Kacang Koro Bagi Tubuh (No. 8 Menakjubkan)

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Salah satu jenis kacang yang kerap dijadikan camilan sehari-hari adalah kacang koro. Namun, sebagian orang justru menghindari kacang ini karena dianggap bisa menyebabkan kegemukan. Kesampingkan mitos tersebut karena faktanya, kacang koro memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, kendati kandungan lemaknya tidak bisa dinafikan. Apa saja manfaat kacang koro bagi tubuh? Apa Itu Kacang Koro? Kacang koro adalah jenis kacang yang masuk dalam famili polong-polongan ( Fabaceae ). Kacang koro yang memiliki nama latin Canavalia ini terbagi lagi ke dalam 3 (tiga), yakni kacang koro benguk ( Mucuna pruriens), kacang koro kecipir ( Pshophocarpus tetragonolobus ), dan yang paling populer kacang koro pedang ( Canavalia gladiata). Selain sebagai camilan, kacang koro pada kesempatan tertentu sering dimanfaatkan sebagi alternatif bahan utama pembuatan tahu dan tempe di samping kacang kedelai. Hal in...

Sanprima: Manfaat, Dosis, Efek Samping

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Sanprima obat apa? Sanprima adalah obat dengan kandungan Cotrimoxazole, yang merupakan antibiotik yang terdisi dari Trimethoprim dan Sulfamethoxazole. Obat ini digunakan untuk mengatasi infeksi akibat bakteri. Ketahui manfaat Sanprima itu obat apa mulai dari manfaat, dosis, petunjuk penggunaan, efek samping, dan lainnya tentang Sanprima berikut ini. Cara Kerja Obat Sanprima Sanprima adalah obat dengan kandungan Trimethoprim dan Sulfamethoxazole yang termasuk ke dalam golongan obat antibiotik. Trimethoprim termasuk ke dalam bakterisida yang bekerja dengan membunuh bakteri, Sedangkan Sulfamethoxazole adalah jenis bakteriostatik yang menyebabkan pertumbuhan dan perkembagan bakteri bersifat statis. Kombinasi kedua obat ini yaitu Cotrimoxazole efektif bekerja pada bakteri gram-positif maupun gram-negatif yang peka terhadap obat ini.Obat ini tidak dapat digunakan untuk menagatasi infeksi j...