Langsung ke konten utama

6 Pemicu Mudah Lapar Meski Baru Saja Makan

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

cara-menahan-lapar-saat-puasa-doktersehat

DokterSehat.Com– Tujuan dari makan adalah membuat perut tidak lagi merasa lapar. Selain itu, adanya makanan juga bisa menyediakan energi untuk melakukan berbagai aktivitas seharian. Hanya saja, terkadang kita justru merasa cepat lapar meski baru saja lapar. Apa yang menyebabkan hal ini?

Penyebab mudah lapar setelah makan

Meski perut sudah terisi makanan, terkadang kita masih memiliki keinginan untuk makan lagi atau setidaknya ngemil. Pakar kesehatan menyebut ada beberapa hal yang bisa menyebabkan hal ini.

Berikut adalah beberapa diantaranya

  1. Dehidrasi

Dehidrasi atau kekurangan asupan cairan ternyata bisa membuat kita mudah lapar meski sudah cukup makan sebelumnya. Hal ini diungkap oleh Alisa Rumsey yang berasal dari American Academy of Nutrition and Dietetics. Jika tubuh kekurangan cairan, otak ternyata bisa meresponsnya dengan sinyal yang mirip layaknya tubuh kelaparan. Hal ini membuat kita ingin mengonsumsi makanan, bukannya minum air.

Karena alasan inilah jika kita sudah makan sebelumnya namun kembali merasa lapar, sebaiknya segera minum segelas air. Jika dalam waktu 15 menit kita tidak lagi merasakan lapar, besar kemungkinan penyebab rasa lapar ini adalah dehidrasi.

  1. Kurang tidur

Jangan salah, kurang tidur ternyata juga bisa membuat kita merasa mudah lapar, lho. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya produksi hormon ghrelin. Hormon ini akan membuat kita lebih mudah merasa lapar dan ingin terus makan. Kurang tidur juga akan membuat produksi hormon leptin menurun drastis. Padahal, hormon ini sangat dibutuhkan untuk membuat tubuh merasa kenyang jika sudah makan.

Karena alasan inilah orang yang hobi begadang cenderung suka ngemil dengan berlebihan dan akhirnya mengalami peningkatan berat badan.

  1. Stres

Tanpa disadari, stres juga mempengaruhi kebiasaan makan kita. Hal ini disebabkan oleh otak yang bekerja dengan jauh lebih keras sehingga membutuhkan energi lebih banyak. Otak pun mengirimkan sinyal untuk mencari tambahan energi dengan mengeluarkan rasa lapar.

Saat stres, kita juga akan mengalami penurunan produksi hormon serotonin sehingga lebih mudah merasa lapar. Selain itu, saat stres, otak seperti ingin mencari kompensasi demi membuat suasana hati menjadi lebih baik. Salah satu caranya adalah dengan meminta makanan atau camilan yang enak.

  1. Tidak ngemil

Selain makan tiga kali sehari, kita sebenarnya juga membutuhkan ngemil di antara waktu-waktu makan tersebut. Hal ini bisa membantu perut tetap terisi sehingga kita tetap merasa berenergi dan tidak mudah merasa lapar. Hanya saja, karena kesibukan, kita melewatkan waktu ngemil ini dan akhirnya membuat perut terasa lapar.

Cobalah untuk mengonsumsi camilan sehat yang tinggi serat seperti buah-buahan, olahan gandum, atau kacang-kacangan di antara waktu makan demi menahan lapar sekaligus mencegah kenaikan berat badan.

  1. Efek samping obat-obatan tertentu

Beberapa jenis obat-obatan seperti yang diperuntukkan untuk mengatasi depresi ternyata bisa mempengaruhi keseimbangan hormon dan akhirnya membuat kita menjadi lebih mudah lapar meski sudah makan.

  1. Kurang asupan lemak

Banyak orang yang memilih untuk benar-benar menghindari asupan lemak karena tidak ingin mengalami kenaikan berat badan atau sedang dalam program diet. Padahal, lemak masih dibutuhkan oleh tubuh, termasuk dalam menahan rasa lapar. Hal ini disebabkan oleh kemampuannya dalam membuat pencernaan berjalan dengan lebih lambat sehingga membantu rasa kenyang bertahan lebih lama.

Cobalah untuk mengonsumsi lemak sekitar 20 hingga 30 persen dari kebutuhan kalori harian. Hanya saja, pastikan untuk memilih lemak sehat, bukannya lemak jahat atau lemak trans.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hematokrit: Definisi, Nilai Normal, dan Nilai Tidak Normal

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Mungkin beberapa di antara kita sering kali mendengar istilah hematokrit atau Hct. Nilai Hct dinyatakan dalam bentuk persentase dalam hasil laboratorium. Tinggi atau rendahnya nilai Hct apat membantu dokter untuk menegakan suatu diagnosa dan menilai perkembangan pengobatan dari suatu penyakit. Jika ingin mengetahui lebih lanjut tentang Hct ini, marilah membaca penjelasan ini lebih lanjut. Penjelasan ini berisi hal-hal yang terkait dengan hematokrit seperti tes dan bagaimana cara mengukurnya, nilai normal Hct, dan apa yang terjadi bila nilai Hct terlalu tinggi atau rendah, dan juga cara mengatasi bila kadar hematokrit tidak normal. Apa itu tes Hematokrit (Hct)? Tes hematokrit (Hct) adalah sebuah tes yang membandingkan proporsi sel darah merah dengan volume semua komponen darah (sel darah merah, sel darah putih, trombosit dan plasma darah) itu sendiri secara bersamaan. Tes hematokrit m...

12 Manfaat Kacang Koro Bagi Tubuh (No. 8 Menakjubkan)

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Salah satu jenis kacang yang kerap dijadikan camilan sehari-hari adalah kacang koro. Namun, sebagian orang justru menghindari kacang ini karena dianggap bisa menyebabkan kegemukan. Kesampingkan mitos tersebut karena faktanya, kacang koro memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, kendati kandungan lemaknya tidak bisa dinafikan. Apa saja manfaat kacang koro bagi tubuh? Apa Itu Kacang Koro? Kacang koro adalah jenis kacang yang masuk dalam famili polong-polongan ( Fabaceae ). Kacang koro yang memiliki nama latin Canavalia ini terbagi lagi ke dalam 3 (tiga), yakni kacang koro benguk ( Mucuna pruriens), kacang koro kecipir ( Pshophocarpus tetragonolobus ), dan yang paling populer kacang koro pedang ( Canavalia gladiata). Selain sebagai camilan, kacang koro pada kesempatan tertentu sering dimanfaatkan sebagi alternatif bahan utama pembuatan tahu dan tempe di samping kacang kedelai. Hal in...

Sanprima: Manfaat, Dosis, Efek Samping

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Sanprima obat apa? Sanprima adalah obat dengan kandungan Cotrimoxazole, yang merupakan antibiotik yang terdisi dari Trimethoprim dan Sulfamethoxazole. Obat ini digunakan untuk mengatasi infeksi akibat bakteri. Ketahui manfaat Sanprima itu obat apa mulai dari manfaat, dosis, petunjuk penggunaan, efek samping, dan lainnya tentang Sanprima berikut ini. Cara Kerja Obat Sanprima Sanprima adalah obat dengan kandungan Trimethoprim dan Sulfamethoxazole yang termasuk ke dalam golongan obat antibiotik. Trimethoprim termasuk ke dalam bakterisida yang bekerja dengan membunuh bakteri, Sedangkan Sulfamethoxazole adalah jenis bakteriostatik yang menyebabkan pertumbuhan dan perkembagan bakteri bersifat statis. Kombinasi kedua obat ini yaitu Cotrimoxazole efektif bekerja pada bakteri gram-positif maupun gram-negatif yang peka terhadap obat ini.Obat ini tidak dapat digunakan untuk menagatasi infeksi j...