Langsung ke konten utama

6 Komplikasi Hipertensi Ini Wajib Kita Waspadai

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

hipertensi-doktersehat

DokterSehat.Com– Salah satu masalah kesehatan yang cukup banyak menyerang masyarakat Indonesia adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi. Masalahnya adalah penyakit ini bisa menyebabkan munculnya komplikasi yang mematikan secara diam-diam. Selain itu, semakin bertambah usia kita, risiko terkena penyakit ini juga semakin meningkat, apalagi jika kita tidak menerapkan gaya hidup yang sehat setiap hari.

Berbagai komplikasi hipertensi yang berbahaya

Tekanan darah tinggi ternyata tidak hanya akan menyerang organ kardiovaskular saja. Kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan yang jauh lebih besar dari yang kita bayangkan.

Berikut adalah beberapa komplikasi dari hipertensi yang sebaiknya kita waspadai.

  1. Penyakit jantung

Sudah menjadi rahasia umum jika penyakit jantung terkait dengan hipertensi. Mengingat penyakit ini bisa menyebabkan kematian mendadak, maka kita sebaiknya mencegah datangnya hipertensi demi menurunkan risiko terkena penyakit jantung.

Tekanan darah yang terus berada dalam kondisi tinggi akan merusak fungsi sekaligus struktur dari jantung dan pembuluh darah. Sebagai contoh, dinding pembuluh darah akan terus menebal sebagai respons dari meningkatnya tekanan darah. Masalahnya, hal inilah yang kemudian menyebabkan penyakit jantung koroner.

Semakin tinggi tekanan darah, semakin berat kinerja jantung berdenyut demi mengalirkan aliran darah. Kondisi ini bisa membuat bilik jantung membengkak yang bisa memicu serangan jantung dan stroke. Bahkan, penelitian membuktikan bahwa hipertensi bisa meningkatkan risiko terkena gagal jantung hingga 4 kali lebih besar.

  1. Stroke

Salah satu faktor utama penyebab stroke adalah hipertensi. Sebagai informasi, stroke terjadi saat aliran darah menuju otak terhambat akibat adanya sumbatan plak atau pecahnya pembuluh darah yang menuju organ tersebut. Tingginya tekanan darah disebut-sebut bisa meningkatkan kemungkinan terjadinya hal ini.

Penderita hipertensi biasanya diminta untuk mewaspadai gejala awal stroke seperti sulit bicara dengan jelas, penglihatan kabur, dan wajah yang turun sebelah. Jika tidak segera ditangani dengan baik, maka risiko untuk mengalami kematian akibat stroke meningkat.

  1. Diabetes

Tak disangka, hipertensi ternyata juga bisa memiliki kaitan erat dengan diabetes. Hal ini disebabkan oleh kemampuan kedua penyakit ini dalam mempengaruhi kondisi sirkulasi darah. Jika sampai penderita diabetes juga mengalami tekanan darah tinggi, maka organ-organ tubuh yang mengalami kerusakan akibat diabetes seperti mata atau ginjal juga akan semakin memburuk.

  1. Gangguan ginjal

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, hipertensi bisa mempengaruhi kondisi ginjal dengan signifikan. Hal ini disebabkan oleh semakin menebalnya pembuluh darah menuju ginjal demi mencegah pecah pembuluh darah akibat tingginya tekanan darah. Sayangnya, hal ini akan berimbas pada menurunnya aliran darah menuju ginjal yang berimbas pada kematian nefron, salah satu jaringan di dalam ginjal.

Jika hal ini terjadi, maka risiko mengalami gagal ginjal kronis akan meningkat. Penderitanya harus menjalani cuci darah demi mencegah kematian akibat tingginya racun dan limbah yang tidak bisa dibuang oleh ginjal yang sudah tidak berfungsi.

  1. Gangguan penglihatan

Tingginya tekanan darah bisa menyebabkan gangguan penglihatan yang dikenal dengan sebutan hipertensi retinopati. Awalnya, kondisi ini hanya berupa semakin buramnya penglihatan. Jika tak segera ditangani, maka akan berlanjut menjadi penglihatan ganda atau bahkan benar-benar hilangnya penglihatan.

  1. Preeklampsia

Hipertensi juga bisa memberikan dampak buruk bagi ibu hamil, khususnya dalam hal menyebabkan preeklampsia. Kondisi ini bisa terjadi pada fase trimester kedua atau ketiga kehamilan. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini bisa mengganggu tumbuh kembang janin hingga merusak organ-organ tubuh seperti hati, ginjal, dan otak ibu.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hematokrit: Definisi, Nilai Normal, dan Nilai Tidak Normal

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Mungkin beberapa di antara kita sering kali mendengar istilah hematokrit atau Hct. Nilai Hct dinyatakan dalam bentuk persentase dalam hasil laboratorium. Tinggi atau rendahnya nilai Hct apat membantu dokter untuk menegakan suatu diagnosa dan menilai perkembangan pengobatan dari suatu penyakit. Jika ingin mengetahui lebih lanjut tentang Hct ini, marilah membaca penjelasan ini lebih lanjut. Penjelasan ini berisi hal-hal yang terkait dengan hematokrit seperti tes dan bagaimana cara mengukurnya, nilai normal Hct, dan apa yang terjadi bila nilai Hct terlalu tinggi atau rendah, dan juga cara mengatasi bila kadar hematokrit tidak normal. Apa itu tes Hematokrit (Hct)? Tes hematokrit (Hct) adalah sebuah tes yang membandingkan proporsi sel darah merah dengan volume semua komponen darah (sel darah merah, sel darah putih, trombosit dan plasma darah) itu sendiri secara bersamaan. Tes hematokrit m...

12 Manfaat Kacang Koro Bagi Tubuh (No. 8 Menakjubkan)

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Salah satu jenis kacang yang kerap dijadikan camilan sehari-hari adalah kacang koro. Namun, sebagian orang justru menghindari kacang ini karena dianggap bisa menyebabkan kegemukan. Kesampingkan mitos tersebut karena faktanya, kacang koro memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, kendati kandungan lemaknya tidak bisa dinafikan. Apa saja manfaat kacang koro bagi tubuh? Apa Itu Kacang Koro? Kacang koro adalah jenis kacang yang masuk dalam famili polong-polongan ( Fabaceae ). Kacang koro yang memiliki nama latin Canavalia ini terbagi lagi ke dalam 3 (tiga), yakni kacang koro benguk ( Mucuna pruriens), kacang koro kecipir ( Pshophocarpus tetragonolobus ), dan yang paling populer kacang koro pedang ( Canavalia gladiata). Selain sebagai camilan, kacang koro pada kesempatan tertentu sering dimanfaatkan sebagi alternatif bahan utama pembuatan tahu dan tempe di samping kacang kedelai. Hal in...

Sanprima: Manfaat, Dosis, Efek Samping

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Sanprima obat apa? Sanprima adalah obat dengan kandungan Cotrimoxazole, yang merupakan antibiotik yang terdisi dari Trimethoprim dan Sulfamethoxazole. Obat ini digunakan untuk mengatasi infeksi akibat bakteri. Ketahui manfaat Sanprima itu obat apa mulai dari manfaat, dosis, petunjuk penggunaan, efek samping, dan lainnya tentang Sanprima berikut ini. Cara Kerja Obat Sanprima Sanprima adalah obat dengan kandungan Trimethoprim dan Sulfamethoxazole yang termasuk ke dalam golongan obat antibiotik. Trimethoprim termasuk ke dalam bakterisida yang bekerja dengan membunuh bakteri, Sedangkan Sulfamethoxazole adalah jenis bakteriostatik yang menyebabkan pertumbuhan dan perkembagan bakteri bersifat statis. Kombinasi kedua obat ini yaitu Cotrimoxazole efektif bekerja pada bakteri gram-positif maupun gram-negatif yang peka terhadap obat ini.Obat ini tidak dapat digunakan untuk menagatasi infeksi j...