Langsung ke konten utama

8 Cara Mengatasi Testis Bengkak (Orchitis) di Rumah

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

testis-bengkak-doktersehat

DokterSehat.Com– Orchitis adalah suatu kondisi peradangan pada satu atau kedua testis pria, yang biasanya disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Orchitis pada anak-anak sebagian besar disebabkan oleh infeksi virus gondong (mumps) sehingga menyebabkan testis bengkak.

Orchitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri paling sering berhubungan dengan epididimis, merupakan tabung yang membawa semen atau sperma keluar dari testis. Infeksi ini disebut epididymo-orchitis.

Siapa yang Berisiko Mengalami Orchitis?

Anak-anak maupun pria dewasa baik usia produktif maupun lansia sama-sama dapat memiliki risiko untuk terkena orchitis, namun yang membedakannya adalah penyebabnya saja.

Sebelum mengetahui bagaimana pengobatan orchitis, terlebih dahulu simak apa saja penyebab orchitis pada pria.

Penyebab Orchitis pada Pria

Dari yang telah disinggung sebelumnya, penyebab orchitis dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus atau dapat pula bersifat idiopatik.

1. Orchitis bakterialis

Merupakan penyebab orchitis paling sering pada pria dewasa akibat infeksi bakteri dari gonore, klamidia, dan sifilis. Biasanya mengenai pria usia produktif antara 19-35 tahun. Hal ini terjadi karena pada usia ini umumnya sudah memiliki banyak pasangan seksual, terlibat dalam perilaku seksual berisiko tinggi terutama bila memiliki riwayat penyakit menular seksual (PMS). Pada beberapa kasus juga pernah terjadi akibat infeksi saluran kencing (ISK) atau dari penggunaan urine kateter yang terlalu lama, namun hal ini jarang sekali terjadi.

2. Orchitis virus

Lain halnya dengan orang dewasa, orchitis virus merupakan penyebab yang sering ditemukan pada anak-anak. Kejadian ini biasanya berhubungan dengan infeksi gondongan (mumps). Selain virus mumps, orchitis bisa juga disebabkan oleh coxsackievirus, echovirus, dan cytomegalovirus.

3. Orchitis idiopatik

Merupakan orchitis yang masih belum dapat ditentukan penyebabnya atau bukan berasal dari bakteri maupun virus.

Gejala Orchitis

Gejala yang ditimbulkan oleh orchitis dapat ringan hingga berat, tergantung dari luasnya inflamasi. Dan peradangan mungkin juga dapat terjadi pada satu atau kedua testis. Penderita orchitis mungkin mengalami nyeri dan pembengkakan yang cepat, atau gejalanya dapat muncul secara bertahap. Biasanya pasien akan mengeluhkan:

  • Pembengkakan testis
  • Kemerahan pada testis
  • Nyeri ketika testis ditekan lembut
  • Demam dan menggigil
  • Mual
  • Lesu dan kelelahan
  • Sakit kepala
  • Pegal-pegal
  • Nyeri saat buang air kecil

Cara Mengatasi Orchitis di Rumah

Penanganan yang tepat untuk mengurangi gejala orchitis dapat memberi efek hasil yang tepat pula, berikut akan dipaparkan beberapa penanganan orchitis yang mungkin Anda dapat aplikasikan di rumah.

1. Menggunakan obat bebas

Obat-obatan golongan antiinflamasi nonsteroid atau analgesik non-opioid yang dapat membantu mengatasi rasa sakit seperti asam mefenamat, ibuprofen, naproxen dan acetaminophen, bisa Anda dapatkan di apotek tanpa resep dokter. Namun untuk kasus yang berat, obat-obat antinyeri golongan opioid dapat diresepkan oleh dokter.

2. Pakai celana dalam yang tepat

Menggunakan celana dalam yang nyaman dan tidak terlalu ketat merupakan salah satu upaya untuk mencegah rasa sakit pada testis bengkak karena orchitis.

Anda juga bisa menggunakan celana dalam atletik untuk membantu mengatasi skrotum bengkak dan dapat membuat Anda lebih nyaman saat beraktivitas.

3. Kompres es

Mengompres dengan es pada area skrotum dapat mengurangi rasa nyeri yang ditimbulkan dari orchitis ini. Namun perlu diperhatikan cara pengompresannya, berikut cara mengompres dengan es pada tetsis bengkak:

  • Es tidak boleh langsung dikompreskan ke kulit testis karena dapat menyebabkan luka beku, yang malah dapat makin memperparah rasa nyeri yang ditimbulkan. Sebaiknya es harus dibungkus dengan kain atau handuk, lalu kemudian dikompreskan ke buah zakar yang bengkak.
  • Kompres es dapat diterapkan selama 10-15 menit pada testis yang bengkak, beberapa kali sehari selama 1-2 hari pertama. Cara ini dapat membantu mengurangi rasa sakit pada testis bengkak sebelah atau bahkan keduanya.

4. Mengonsumsi dandelion

Produk olahan dandelion, seperti pada teh atau salad segar dapat memberi efek relaks dan menenangkan sehingga dapat membantu mengurangi rasa nyeri yang ditimbulkan oleh orchitis.

5. Menjaga kebersihan

Pada pasien yang telah memiliki orchitis, kehigienisan area sekitar testis pun turut penting untuk diperhatikan agar tidak menambah atau memperparah peradangan yang telah terjadi. Anda dapat membantu menjaga kebersihan area sekitar testis dengan cara mencuci testis secara teratur baik sebelum dan setelah BAK, lalu melakukan hal kecil seperti mencuci tangan dengan sabun saat hendak dan setelah BAK.

6. Vaksin gondong

Telah dipaparkan sebelumnya bahwa orchitis yang sering terjadi pada anak-anak biasanya disebabkan oleh penyakit gondong (mumps). Dan untuk mencegah terjadinya penyakit gondong tersebut, salah satunya dapat melakukan vaksin untuk penyakit gondong. Biasanya vaksin ini tergabung dalam vaksin untuk penyakit lain, biasa dikenal dalam masyarakat dengan sebutan vaksin MMR (Mumps, Measles dan Rubella).

7. Hindari mengangkat benda berat

Jangan mengangkat barang-barang yang terlalu berat, karena ini akan memperparah orchitis yang telah terjadi dan menimbulkan rasa nyeri yang lebih hebat lagi. Lakukanlah aktivitas fisik ringan sehari-hari di rumah, namun jangan sampai melakukan tindakan melompat, mengangkat atau mendorong beban yang terlalu berat.

8. Istirahat

Pada saat posisi berdiri gravitasi dapat sedikit menarik scrotum ke arah bawah sehingga dapat menimbulkan nyeri, Anda beristirahat di tempat tidur dengan cara berbaring sehingga membantu meringankan nyeri yang ditimbulkan oleh tarikan gravitasi ini.

Itulah cara mengurangi gejala orchitis pada pria yang bisa Anda terapkan di rumah. Yuk, mulai sekarang jaga kesehatan prostat Anda, Teman Sehat!



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hematokrit: Definisi, Nilai Normal, dan Nilai Tidak Normal

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Mungkin beberapa di antara kita sering kali mendengar istilah hematokrit atau Hct. Nilai Hct dinyatakan dalam bentuk persentase dalam hasil laboratorium. Tinggi atau rendahnya nilai Hct apat membantu dokter untuk menegakan suatu diagnosa dan menilai perkembangan pengobatan dari suatu penyakit. Jika ingin mengetahui lebih lanjut tentang Hct ini, marilah membaca penjelasan ini lebih lanjut. Penjelasan ini berisi hal-hal yang terkait dengan hematokrit seperti tes dan bagaimana cara mengukurnya, nilai normal Hct, dan apa yang terjadi bila nilai Hct terlalu tinggi atau rendah, dan juga cara mengatasi bila kadar hematokrit tidak normal. Apa itu tes Hematokrit (Hct)? Tes hematokrit (Hct) adalah sebuah tes yang membandingkan proporsi sel darah merah dengan volume semua komponen darah (sel darah merah, sel darah putih, trombosit dan plasma darah) itu sendiri secara bersamaan. Tes hematokrit m...

12 Manfaat Kacang Koro Bagi Tubuh (No. 8 Menakjubkan)

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Salah satu jenis kacang yang kerap dijadikan camilan sehari-hari adalah kacang koro. Namun, sebagian orang justru menghindari kacang ini karena dianggap bisa menyebabkan kegemukan. Kesampingkan mitos tersebut karena faktanya, kacang koro memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, kendati kandungan lemaknya tidak bisa dinafikan. Apa saja manfaat kacang koro bagi tubuh? Apa Itu Kacang Koro? Kacang koro adalah jenis kacang yang masuk dalam famili polong-polongan ( Fabaceae ). Kacang koro yang memiliki nama latin Canavalia ini terbagi lagi ke dalam 3 (tiga), yakni kacang koro benguk ( Mucuna pruriens), kacang koro kecipir ( Pshophocarpus tetragonolobus ), dan yang paling populer kacang koro pedang ( Canavalia gladiata). Selain sebagai camilan, kacang koro pada kesempatan tertentu sering dimanfaatkan sebagi alternatif bahan utama pembuatan tahu dan tempe di samping kacang kedelai. Hal in...

Sanprima: Manfaat, Dosis, Efek Samping

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Sanprima obat apa? Sanprima adalah obat dengan kandungan Cotrimoxazole, yang merupakan antibiotik yang terdisi dari Trimethoprim dan Sulfamethoxazole. Obat ini digunakan untuk mengatasi infeksi akibat bakteri. Ketahui manfaat Sanprima itu obat apa mulai dari manfaat, dosis, petunjuk penggunaan, efek samping, dan lainnya tentang Sanprima berikut ini. Cara Kerja Obat Sanprima Sanprima adalah obat dengan kandungan Trimethoprim dan Sulfamethoxazole yang termasuk ke dalam golongan obat antibiotik. Trimethoprim termasuk ke dalam bakterisida yang bekerja dengan membunuh bakteri, Sedangkan Sulfamethoxazole adalah jenis bakteriostatik yang menyebabkan pertumbuhan dan perkembagan bakteri bersifat statis. Kombinasi kedua obat ini yaitu Cotrimoxazole efektif bekerja pada bakteri gram-positif maupun gram-negatif yang peka terhadap obat ini.Obat ini tidak dapat digunakan untuk menagatasi infeksi j...