Langsung ke konten utama

Kebanyakan Micin Bisa Bikin Malas Gerak?

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

efek-penyedap-rasa-doktersehat

DokterSehat.Com– Micin atau penyedap rasa memang bisa membuat rasa masakan menjadi lebih nikmat, namun banyak orang yang menganggapnya sebagai bahan makanan yang tidak sehat. Sebagai contoh, makan micin terlalu banyak disebut-sebut bisa membuat kita lebih malas bergerak atau berolahraga. Apakah anggapan ini sesuai dengan fakta medis.

Dampak micin bagi aktivitas sehari-hari

Sebuah penelitian yang dipublikasikan hasilnya dalam jurnal berjudul Circulation menghasilkan fakta bahwa kebiasaan malas berolahraga atau kurang gerak sepertinya terkait dengan apa yang kita makan. Bukan karena seberapa banyak porsi makanannya namun apakah ada kandungan zat aditif di dalamnya atau tidak. Sebagai informasi, zat aditif bisa ditemukan dalam penyedap rasa yang sering kita gunakan saat memasak.

Penelitian ini menghasilkan fakta bahwa kandungan fosfat anorganik di dalam penyedap rasa mampu membuat kita lebih malas untuk bergerak. Selain itu, kandungan ini juga berpengaruh besar bagi proses metabolisme asam lemak, kesehatan otot rangka, dan kecenderungan kita untuk beraktivitas.

Penelitian ini dilakukan dengan mengecek kebiasaan makan dan olahraga para partisipan yang dilibatkan dalam Dallas Heart Study. Hasilnya adalah, mereka yang berlebihan mengonsumsi fosfat anorganik tubuhnya cenderung kesulitan menghasilkan asam lemak yang sangat dibutuhkan otot untuk bergerak. Hal ini akan membuat kita cenderung malas untuk melakukan aktivitas atau berolahraga.

Selain penyedap rasa yang bisa kita dapatkan pada masakan rumahan atau masakan yang dipesan di tempat makan, kita juga harus mewaspadai makanan kemasan yang bisa kita beli di toko-toko atau pasar swalayan. Sebagai contoh, jika kita sering mengonsumsi makanan instan, maka risiko untuk mengonsumsi penyedap rasa dengan berlebihan juga akan meningkat. Hal ini tentu akan memberikan dampak langsung bagi kesehatan tubuh kita.

Efek buruk micin lainnya

Micin, penyedap rasa, atau monosodium glutamate memang masih menjadi hal yang kontroversial bagi para pakar kesehatan, namun laman Mayo Clinic menyebut ada beberapa dampak kesehatan yang bisa kita dapatkan jika terlalu sering mengonsumsinya dalam jangka waktu yang lama.

Berikut adalah dampak-dampak kesehatan tersebut.

  1. Menyebabkan sakit kepala

Jika kita memiliki indera pengecap yang cenderung sensitif, maka kita pun akan mengalami dampak buruk setelah mengonsumsi micin, yakni memicu datangnya sakit kepala, khususnya yang berjenis migrain.

  1. Menyebabkan produksi keringat berlebih

Dampak lain yang bisa dirasakan jika kita mengonsumsi micin terlalu banyak dalam jangka panjang adalah produksi keringat yang berlebihan. Meskipun tidak termasuk dalam masalah kesehatan yang serius, kondisi ini tentu akan cukup merepotkan dan bahkan bisa membuat kita mengalami masalah kepercayaan diri.

  1. Peningkatan tekanan darah

Ada beberapa penelitian yang membuktikan bahwa mengonsumsi micin dengan berlebihan bisa menyebabkan peningkatan tekanan darah. Hal ini disebabkan oleh adanya kandungan sodium di dalamnya. Bahkan, pakar kesehatan menyebut adanya kemungkinan hal ini bisa menyebabkan sensasi nyeri pada dada atau mempengaruhi denyut jantung dengan signifikan.

  1. Mual-mual

Mengonsumsi micin dengan berlebihan ternyata bisa menyebabkan efek samping mual-mual setelah makan. Hal ini tentu akan menyebabkan datangnya gangguan pencernaan atau asupan nutrisi.

  1. Obesitas

Terdapat beberapa jenis penelitian yang membuktikan bahwa kandungan di dalam micin bisa mempengaruhi kinerja pankreas. Hal ini tentu akan berpengaruh pada kadar gula darah tubuh yang bisa saja menyebabkan dampak berupa meningkatnya berat badan dan risiko terkena obesitas.

Melihat fakta-fakta ini, sebaiknya memang kita tidak terlalu sering mengonsumsi micin atau penyedap rasa. Jika mampu, gantilah dengan rempah-rempah alami yang tak kalah membuat masakan menjadi lebih nikmat namun lebih aman bagi kesehatan.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hematokrit: Definisi, Nilai Normal, dan Nilai Tidak Normal

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Mungkin beberapa di antara kita sering kali mendengar istilah hematokrit atau Hct. Nilai Hct dinyatakan dalam bentuk persentase dalam hasil laboratorium. Tinggi atau rendahnya nilai Hct apat membantu dokter untuk menegakan suatu diagnosa dan menilai perkembangan pengobatan dari suatu penyakit. Jika ingin mengetahui lebih lanjut tentang Hct ini, marilah membaca penjelasan ini lebih lanjut. Penjelasan ini berisi hal-hal yang terkait dengan hematokrit seperti tes dan bagaimana cara mengukurnya, nilai normal Hct, dan apa yang terjadi bila nilai Hct terlalu tinggi atau rendah, dan juga cara mengatasi bila kadar hematokrit tidak normal. Apa itu tes Hematokrit (Hct)? Tes hematokrit (Hct) adalah sebuah tes yang membandingkan proporsi sel darah merah dengan volume semua komponen darah (sel darah merah, sel darah putih, trombosit dan plasma darah) itu sendiri secara bersamaan. Tes hematokrit m...

12 Manfaat Kacang Koro Bagi Tubuh (No. 8 Menakjubkan)

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Salah satu jenis kacang yang kerap dijadikan camilan sehari-hari adalah kacang koro. Namun, sebagian orang justru menghindari kacang ini karena dianggap bisa menyebabkan kegemukan. Kesampingkan mitos tersebut karena faktanya, kacang koro memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, kendati kandungan lemaknya tidak bisa dinafikan. Apa saja manfaat kacang koro bagi tubuh? Apa Itu Kacang Koro? Kacang koro adalah jenis kacang yang masuk dalam famili polong-polongan ( Fabaceae ). Kacang koro yang memiliki nama latin Canavalia ini terbagi lagi ke dalam 3 (tiga), yakni kacang koro benguk ( Mucuna pruriens), kacang koro kecipir ( Pshophocarpus tetragonolobus ), dan yang paling populer kacang koro pedang ( Canavalia gladiata). Selain sebagai camilan, kacang koro pada kesempatan tertentu sering dimanfaatkan sebagi alternatif bahan utama pembuatan tahu dan tempe di samping kacang kedelai. Hal in...

Sanprima: Manfaat, Dosis, Efek Samping

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Sanprima obat apa? Sanprima adalah obat dengan kandungan Cotrimoxazole, yang merupakan antibiotik yang terdisi dari Trimethoprim dan Sulfamethoxazole. Obat ini digunakan untuk mengatasi infeksi akibat bakteri. Ketahui manfaat Sanprima itu obat apa mulai dari manfaat, dosis, petunjuk penggunaan, efek samping, dan lainnya tentang Sanprima berikut ini. Cara Kerja Obat Sanprima Sanprima adalah obat dengan kandungan Trimethoprim dan Sulfamethoxazole yang termasuk ke dalam golongan obat antibiotik. Trimethoprim termasuk ke dalam bakterisida yang bekerja dengan membunuh bakteri, Sedangkan Sulfamethoxazole adalah jenis bakteriostatik yang menyebabkan pertumbuhan dan perkembagan bakteri bersifat statis. Kombinasi kedua obat ini yaitu Cotrimoxazole efektif bekerja pada bakteri gram-positif maupun gram-negatif yang peka terhadap obat ini.Obat ini tidak dapat digunakan untuk menagatasi infeksi j...