Langsung ke konten utama

IUD KB – Jenis, Efek Samping, Cara Memilih Kontrasepsi yang Tepat

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

IUD-Tembaga-doktersehat
photo credit: TIME

DokterSehat.Com – Setelah menikah dan akhirnya memiliki keturunan, beberapa orang memutuskan untuk melakukan KB dan menggunakan alat kontrasepsi. Dengan menggunakan alat kontrasepsi ini, kehamilan bisa dikendalikan sehingga seks yang dilakukan tidak akan berisiko dan pasangan bisa melakukannya dengan sempurna.

Ada banyak metode KB yang ada di Indonesia, namun IUD adalah salah satu yang banyak disarankan? Nah, kira-kira mengapa IUD sangat disarankan? Lalu jenis IUD mana yang tepat untuk beberapa jenis wanita? Simak ulasannya di bawah ini.

Alasan memilih IUD KB

Ada beberapa alasan mengapa wanita memutuskan untuk memilih IUD KB ketimbang alat kontrasepsi lain yang mudah didapatkan. Alasan itu terdiri dari:

  • Waktu pakainya cukup lama. Alat kontrasepsi yang dimasukkan ke serviks ini bisa bertahan selama 5-10 tahun tergantung dengan jenis. Dengan waktu pakai yang lama ini penggunaan IUD akan menjadi lebih hemat.
  • Tidak kebingungan kalau lupa mengganti alat kontrasepsi. Beberapa jenis alat kontrasepsi seperti pil hanya bisa bertahan selama satu hari dan untuk suntik 1-2 bulan sekali. Kalau lupa minum pil atau suntik, kemungkinan kebobolan akan besar.
  • Tidak menimbulkan kegemukan. Beberapa kontrasepsi seperti pil atau suntik menyebabkan obesitas dan membuat wanita lebih berisiko.
  • Peluang pencegahan kehamilan sangat tinggi dan lebih dari 99%. Artinya meski pria melakukan ejakulasi di dalam sekali pun, peluang kehamilan akan rendah.
  • Pemasangan dan pelepasan bisa dilakukan dengan cepat meski tetap membutuhkan tangan ahli seperti dokter atau bidan.
  • Cocok untuk memprogram kehamilan kembali. Misal ingin memiliki anak 3-5 tahun lagi, IUD tinggal dipasang lalu dilepas lagi saat berusaha mendapatkan keturunan.

Efek samping menggunakan IUD KB

Meski aman dan bisa memberikan perlindungan sempurna dari kehamilan yang tidak diinginkan, ada juga efek samping IUD KB. Berikut beberapa efek samping yang akan dirasakan oleh wanita dan pasangan:

  • Muncul rasa sakit yang cukup besar saat pemasangan. Beberapa wanita mungkin tidak terlalu merasakannya. Namun, banyak yang mengatakan kalau pemasangan IUD ini cukup menyakitkan meski durasinya tidak lama.
  • IUD tetaplah benda asing yang masuk ke sistem reproduksi wanita. Benda asing akan menyebabkan gesekan yang besar dan memicu terjadi perdarahan. Selama beberapa minggu atau bulan, wanita tetap akan mengalami perdarahan di luar menstruasi.
  • Rasa nyeri yang hebat di area perut bawah. Tubuh wanita masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan IUD yang dimasukkan ke dalam. Dalam beberapa bulan seks akan terasa sangat menyakitkan.
  • IUD bisa tersangkut di dalam dan susah dilepas. Kondisi ini bisa saja terjadi kalau orang yang memasangnya tidak hati-hati atau wanita melakukan kontraksi otot vagina.
  • Kemungkinan ada gangguan menstruasi tetap ada karena area serviks akan tertutup oleh ujung dari IUD yang melebar.

Jenis IUD KB beserta kelebihan dan kekurangannya

Kontrasepsi IUD tidak hanya terdiri dari satu jenis saja. Ada dua jenis kontrasepsi IUD KB yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan, berikut ulasan selengkapnya.

  1. Kontrasepsi IUD hormonal

Kontrasepsi IUD dengan sistem hormonal paling banyak digunakan oleh wanita. Kontrasepsi ini mengandung progestin yang merupakan sintetis dari progesteron. Saat menggunakan IUD hormonal, lendir di area serviks akan semakin banyak dan kental. Dengan kondisi ini sperma akan susah masuk menembus serviks dan sampai ke rahim.

Kalau pun nantinya sperma bisa masuk ke dalam rahim lalu berlanjut ke tuba falopi, implantasi akan susah terjadi. Pasalnya progestin yang masuk ke dalam tubuh akan membuat lapisan dari rahim semakin tipis. Kondisi ini menyebabkan janin tidak bisa menempel dan wanita menstruasi dengan sedikit darah.

KB dengan IUD hormonal ini sangat efektif dan nyaris 100 persen mencegah kehamilan. Selain itu, penggunaan IUD juga membuat wanita mengalami penurunan risiko terkena kanker serviks. Barangkali kekurangan dari kontrasepsi ini adalah tidak selalu cocok untuk wanita dengan infeksi panggul, gangguan di rahim, sering perdarahan, dan ada endometriosis yang berkanker.

  1. Kontrasepsi IUD tembaga

Cara kerja IUD tembaga adalah merusak sperma yang masuk ke serviks. Sperma yang menerobos akan dimatikan oleh sistem tubuh. Selanjutnya, IUD juga membuat sel telur yang diproduksi tidak sehat dan mudah mati. Dengan dua efek ini kemungkinan terjadi pembuahan akan rendah atau tidak ada sama sekali.

Kontrasepsi IUD tembaga ini tidak menggunakan hormon, jadi sangat aman untuk tubuh. Selain itu, kontrasepsi ini juga bisa bertahan selama 10 tahun, berbeda dengan jenis hormonal yang hanya bisa bertahan selama 3-6 tahun.

Kontrasepsi IUD KB dari tembaga ini bisa digunakan untuk kontrasepsi darurat. Misal saat kondom bocor padahal sedang tidak merencanakan kehamilan. Kekurangannya adalah muncul alergi dengan tembaga dan beberapa wanita mengalami menstruasi dengan darah yang jauh lebih banyak dari sebelumnya.

Memilih alat kontrasepsi yang tepat

Memilih alat kontrasepsi yang terbaik itu sebenarnya relatif. Yang perlu Anda lakukan adalah melakukan diskusi dahulu dengan dokter dan juga bidan. Saat diskusi bicarakan apa yang suami inginkan dan rasakan. Kalau ingin seks yang nyaman dan tidak ada gangguan, mungkin jenis suntik atau pil bisa dipilih ketimbang IUD KB.

Kalau pria memiliki penis agak panjang atau lorong vagina lebih pendek, penetrasi akan menyakitkan. Ujung dari penarik IUD KB akan mengenai penis. Jadi, bicarakan dengan dokter dan pasangan agar menemukan satu alat kontrasepsi yang tidak hanya mencegah kehamilan, tapi juga meningkatkan kehidupan seksual.

Inilah sedikit ulasan tentang cara memilih kontrasepsi IUD yang sesuai dengan kebutuhan dan juga kondisi kesehatan wanita. Nah, Anda sendiri dan pasangan lebih memilih menggunakan IUD atau menggunakan alat kontrasepsi lain seperti kondom atau suntik?



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sanprima: Manfaat, Dosis, Efek Samping

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Sanprima obat apa? Sanprima adalah obat dengan kandungan Cotrimoxazole, yang merupakan antibiotik yang terdisi dari Trimethoprim dan Sulfamethoxazole. Obat ini digunakan untuk mengatasi infeksi akibat bakteri. Ketahui manfaat Sanprima itu obat apa mulai dari manfaat, dosis, petunjuk penggunaan, efek samping, dan lainnya tentang Sanprima berikut ini. Cara Kerja Obat Sanprima Sanprima adalah obat dengan kandungan Trimethoprim dan Sulfamethoxazole yang termasuk ke dalam golongan obat antibiotik. Trimethoprim termasuk ke dalam bakterisida yang bekerja dengan membunuh bakteri, Sedangkan Sulfamethoxazole adalah jenis bakteriostatik yang menyebabkan pertumbuhan dan perkembagan bakteri bersifat statis. Kombinasi kedua obat ini yaitu Cotrimoxazole efektif bekerja pada bakteri gram-positif maupun gram-negatif yang peka terhadap obat ini.Obat ini tidak dapat digunakan untuk menagatasi infeksi j...

7 Cara Gula Disembunyikan dari Makanan Kemasan (Wajib Tahu)

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . photo credit: Pexels DokterSehat.Com – Gula adalah salah satu penemuan terbesar yang mengubah kehidupan manusia. Tidak hanya memberikan rasa nikmat pada makanan saja. Gula juga memberikan banyak sekali efek samping seperti memicu kondisi diabetes dan masalah lain yang lebih serius. Singkatnya, gula bisa bermanfaat dan bisa juga merugikan. Jadi, selalu perhatikan gula yang ada di sekitar Anda termasuk dalam makanan kemasan. Gula tersembunyi yang bisa berbahaya Makanan kemasan baik dalam bentuk minuman kaleng, botol, hingga camilan manis berbungkus kardus biasanya memiliki kandungan gula. Namun, gula yang diberikan atau dicantumkan pada komposisi sering kali tidak menggunakan kata gula atau sugar. Jadi, beberapa orang awam menganggap makanan itu tidak ada gulanya. Padahal gula memiliki beberapa jenis baik itu gula meja yang sering kita gunakan atau gula buatan dengan nama kimianya yang beragam. Terkadan...

7 Penyebab Nyeri di Bawah Dada dan Bahayanya untuk Tubuh

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Nyeri yang muncul di tubuh tidak bisa disepelekan begitu saja. Kalau rasa nyeri terus datang meski sudah disembuhkan kemungkinan besar ada gangguan besar pada tubuh yang harus segera diatasi. Terlebih lagi kalau nyeri yang terjadi di tubuh letaknya di bawah dada atau payudara. Nah, kira-kira apa saja penyebabnya? Penyebab Nyeri di bawah dada Penyebab nyeri pada dada ada banyak. Beberapa yang paling sering terjadi dan menyebabkan masalah yang cukup besar pada tubuh terdiri dari: Jatuh atau kecelakaan Penyebab pertama dari nyeri yang ada di dada adalah jatuh atau kecelakaan. Saat area dada terkena tekanan kuat dari benda tertentu akan muncul memar dan juga inflamasi. Area di dada yang mengalami gangguan ini biasanya muncul bercak kebiruan. Hal yang kurang lebih sama juga akan dialami oleh seseorang yang menjalani operasi di bagian dada. Seiring dengan penyembuh yang terjadi, rasa nyeri...