Langsung ke konten utama

Benarkah Minum Soda Bisa Sebabkan Hipertensi?

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

soda-kola-doktersehat
Photo Source: Flickr/trentenkelleyphotography

DokterSehat.Com– Minuman bersoda dikenal memiliki kandungan gula yang cukup tinggi sehingga dianggap bisa membahayakan kesehatan. Sering mengonsumsinya bisa membuat kita lebih berisiko terkena obesitas dan diabetes. Terdapat sebuah penelitian yang membuktikan bahwa minuman bersoda menyebabkan hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Kaitan hipertensi dengan minuman bersoda

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Lisa Cohen dan rekan-rekannya dari University of Maryland Medical Center, Amerika Serikat yang melibatkan lebih dari 224 ribu partisipan dengan usia 16 hingga 38 tahun ini membuktikan bahwa rutin mengonsumsi minuman bersoda yang kaya akan gula atau pemanis buatan mampu membuat risiko hipertensi naik hingga 13 persen.

Di awal penelitian, seluruh peserta penelitian tidak mengalami tekanan darah tinggi. Setelahnya, para peneliti mengecek kebiasaan konsumsi minuman bersoda par partisipan. Hasilnya adalah, para partisipan yang mengonsumsi minimal 1 kaleng minuman bersoda mengalami peningkatkan risiko terkena hipertensi hingga 13-14 persen lebih banyak dibandingkan dengan partisipan yang hanya mengonsumsinya sekali dalam sebulan.

Cohen belum benar-benar mengetahui apa penyebab dari hal ini, namun ada dugaan bahwa kandungan gula di dalam minuman bersoda ini memang terkait dengan peningkatan tekanan darah. Hanya saja, diperlukan penelitian yang lebih mendalam untuk memastikan bahwa kandungan gula ini memang bisa menjadi salah satu faktor penyebab hiperetnsi.

Penelitian lain yang membuktikan fakta yang serupa

Selain penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat, ternyata ada penelitian lain yang dilakukan di Korea Selatan, tepatnya di Seoul National University College of Medicine yang juga menghasilkan fakta yang serupa.

Dalam penelitian ini, dihasilkan fakta bahwa mengonsumsi minuman bersoda bisa menyebabkan dampak buruk seperti obesitas, kerusakan gigi, diabetes, dan peningkatan tekanan darah. Efek ini bisa dirasakan jika kita mengonsumsi dua kaleng minuman bersoda setiap hari.

Salain kandungan gula yang tinggi, para peneliti menyebut kaleng kemasan minuman bersoda ternyata juga ikut menyebabkan peningkatan tekanan darah, tepatnya zat yang digunakan untuk melapisi bagian dalam kaleng kemasan tersebut.

Sebagai informasi, zat pelapis bagian dalam kaleng ini adalah bisphenol A (BPA), kandungan yang memang dikenal bisa membahayakan kesehatan. Jika kita terlalu sering terpapar kandungan ini, maka kita akan lebih rentan terkena penyakit jantung, pembuluh darah, hingga kanker.

Dalam penelitian ini, dihasilkan fakta bahwa mengonsumsi minuman bersoda yang dikemas dengan kaleng bisa meningkatkan kadar BPA di dalam urine hingga 1.600 persen lebih banyak jika dibandingkan dengan mengonsumsi minuman bersoda yang dikemas dalam botol gelas. Jika kita mengonsumsinya dua kaleng setiap hari, maka tekanan darah juga akan naik hingga 5 mm/Hg sehingga bisa memicu peningkatan risiko penyakit jantung.

Fakta ini terungkap setelah para peneliti mengecek kebiasaan 60 orang dewasa yang berusia 60 tahun. Para partisipan ini terbiasa mengonsumsi minuman bersoda baik itu yang dikemas dalam bentuk kaleng ataupun yang dikemas dalam botol gelas. Hasilnya adalah, para partisipan memang cenderung rentan terkena kenaikan tekanan darah.

“Jika sampai tekanan darah naik hingga 20 mm/Hg, maka risiko terkena penyakit jantung juga ikut naik sebanyak 2 kali lipat,” terang ketua penelitian, dr. Yun-Chul Hong.

Minuman soda botol lebih aman dari minuman soda kaleng?

Meskipun tidak memiliki kandungan BPA, minuman soda botolan belum tentu lebih aman dibandingkan dengan minuman soda kaleng karena memiliki kandungan gula tinggi sehingga tetap saja bisa membahayakan kesehatan.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hematokrit: Definisi, Nilai Normal, dan Nilai Tidak Normal

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Mungkin beberapa di antara kita sering kali mendengar istilah hematokrit atau Hct. Nilai Hct dinyatakan dalam bentuk persentase dalam hasil laboratorium. Tinggi atau rendahnya nilai Hct apat membantu dokter untuk menegakan suatu diagnosa dan menilai perkembangan pengobatan dari suatu penyakit. Jika ingin mengetahui lebih lanjut tentang Hct ini, marilah membaca penjelasan ini lebih lanjut. Penjelasan ini berisi hal-hal yang terkait dengan hematokrit seperti tes dan bagaimana cara mengukurnya, nilai normal Hct, dan apa yang terjadi bila nilai Hct terlalu tinggi atau rendah, dan juga cara mengatasi bila kadar hematokrit tidak normal. Apa itu tes Hematokrit (Hct)? Tes hematokrit (Hct) adalah sebuah tes yang membandingkan proporsi sel darah merah dengan volume semua komponen darah (sel darah merah, sel darah putih, trombosit dan plasma darah) itu sendiri secara bersamaan. Tes hematokrit m...

12 Manfaat Kacang Koro Bagi Tubuh (No. 8 Menakjubkan)

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Salah satu jenis kacang yang kerap dijadikan camilan sehari-hari adalah kacang koro. Namun, sebagian orang justru menghindari kacang ini karena dianggap bisa menyebabkan kegemukan. Kesampingkan mitos tersebut karena faktanya, kacang koro memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, kendati kandungan lemaknya tidak bisa dinafikan. Apa saja manfaat kacang koro bagi tubuh? Apa Itu Kacang Koro? Kacang koro adalah jenis kacang yang masuk dalam famili polong-polongan ( Fabaceae ). Kacang koro yang memiliki nama latin Canavalia ini terbagi lagi ke dalam 3 (tiga), yakni kacang koro benguk ( Mucuna pruriens), kacang koro kecipir ( Pshophocarpus tetragonolobus ), dan yang paling populer kacang koro pedang ( Canavalia gladiata). Selain sebagai camilan, kacang koro pada kesempatan tertentu sering dimanfaatkan sebagi alternatif bahan utama pembuatan tahu dan tempe di samping kacang kedelai. Hal in...

Sanprima: Manfaat, Dosis, Efek Samping

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Sanprima obat apa? Sanprima adalah obat dengan kandungan Cotrimoxazole, yang merupakan antibiotik yang terdisi dari Trimethoprim dan Sulfamethoxazole. Obat ini digunakan untuk mengatasi infeksi akibat bakteri. Ketahui manfaat Sanprima itu obat apa mulai dari manfaat, dosis, petunjuk penggunaan, efek samping, dan lainnya tentang Sanprima berikut ini. Cara Kerja Obat Sanprima Sanprima adalah obat dengan kandungan Trimethoprim dan Sulfamethoxazole yang termasuk ke dalam golongan obat antibiotik. Trimethoprim termasuk ke dalam bakterisida yang bekerja dengan membunuh bakteri, Sedangkan Sulfamethoxazole adalah jenis bakteriostatik yang menyebabkan pertumbuhan dan perkembagan bakteri bersifat statis. Kombinasi kedua obat ini yaitu Cotrimoxazole efektif bekerja pada bakteri gram-positif maupun gram-negatif yang peka terhadap obat ini.Obat ini tidak dapat digunakan untuk menagatasi infeksi j...