Langsung ke konten utama

Waktu yang Tepat Melakukan Hubungan Suami Istri Saat Hamil

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

hubungan-suami-istri-saat-hamil-doktersehat

DokterSehat.Com – Melakukan hubungan seksual bagi pasangan suami istri merupakan salah satu bentuk pernyataan kasih sayang, kebersamaan dan kedekatan perasaan dalam membina hubungan sebuah rumah tangga. Namun, bolehkah melakukan hubungan suami istri saat hamil?

Biasanya, wanita hamil mengalami kekhawatiran, ragu-ragu, dan ketakutan tentang bagaimana cara melakukan hubungan suami istri saat hamil yang aman bagi janin dalam kandungan. Apakah aktivitas seksual benar-benar harus dihindari oleh ibu hamil, dan apa saja pantangan suami saat istri hamil?

Waktu yang Tepat Hubungan Suami Istri Saat Hamil

Sebagian besar wanita hamil normal bisa terus berhubungan seks hingga menjelang kelahiran. Namun ada beberapa keadaan di mana Anda mungkin perlu mengubah posisi seks atau tidak melakukan seks sama sekali untuk sebagian atau bahkan selama kehamilan. Berikut ini waktu yang tepat melakukan hubungan suami istri saat hamil:

1. Usia kehamilan 0-12 minggu

Cara aman hubungan suami istri saat hamil yang pertama adalah ketika usia kehamilan sekitar 0-12 minggu atau trimester pertama. Menurut para ahli kandungan, di masa kehamilan ini posisi apapun sebenarnya boleh dilakukan dengan hati-hati. Namun jika Anda masih ragu, berkonsultasilah pada dokter tentang kondisi kehamilan, apakah boleah atau tidaknya melakukan hubungan suami istri.

2. Usia kehamilan di atas 12 minggu

Melakukan hubungan suami istri saat hamil di atas 12 minggu kehamilan, bunda harus memerhatikannya lebih cermat. Posisi hubungan seks yang paling aman dan tepat saat hamil di atas 12 minggu adalah dengan posisi menyamping, duduk, dan doggy style.

3. Usia kehamilan usia 29-36 minggu

Melakukan hubungan suami istri saat hamil di usia 29-36 minggu atau menjelang kelahiran. Melakukan seks saat usia kehamilan tersebut kemungkinan berisiko, namun Anda harus berhati-hati dengan melakukan posisi seks yang sangat dianjurkan, yakni posisi menyamping dan posisi wanita di atas. Jika bunda merasa tidak nyaman saat melakukannya, jangan ragu membicarakannya bersama pasangan Anda.

baca juga: Bolehkan Berhubungan Badan Saat Pasangan Hamil Muda?

Perlu diketahui, ketika wanita mencapai orgasme akan terjadi sedikit kontraksi (ketegangan semacam kram ringan) pada rahim. Apabila hal ini terjadi sejak awal, maka kondisi kram yang terus menerus saat orgasme ini atau akibat aktivitas hubungan suami istri yang melelahkan dapat menjadi pemicu timbulnya perdarahan.

Hal terpenting, ketika suami dan istri sama-sama menginginkan untuk melakukan seks. Istri dalam keadaan sehat, tidak terlalu lelah, dan lebih dianjurkan melakukan hubungan suami istri saat hamil ketika pagi hari.

Pantangan Suami Saat Istri Hamil

Stimulasi payudara, orgasme wanita dan hormon tertentu dalam air mani yang disebut prostaglandin dapat menyebabkan kontraksi uterus.

Dokter kandungan atau bidan Anda mungkin menyarankan untuk menghindari seks saat kondisi tertenti. Nah, berikut ini pantangan suami saat istri hamil:

  • Didiagnosis plasenta previa dan mengalami perdarahan.
  • Suami istri dilarang berhubungan seksual ketika ketuban pecah
  • Serviks Anda mulai terbuka sebelum waktunya (inkompetensi serviks)
  • Plasenta Anda sebagian atau seluruhnya menutupi pembukaan serviks (plasenta previa)
  • Anda memiliki riwayat persalinan prematur atau atau keguguran
  • Jangan melakukan posisi seks yang menekan bagian perut ibu hamil
  • Jangat melakukan penetrasi atau memasukan alat kelamin terlalu dalam
  • Suami terinfeksi HIV atau AIDS kemudian berhubungan tidak menggunakan kondom adalah yang tidak boleh dilakukan suami saat istri hamil

Pantangan suami saat istri hamil lainnya adalah suami harus mengerti perubahan kondisi tubuh istri di awal kehamilan, seperti perubahan hormon, pengerasan payudara, mual, emosi tidak stabil, dan kelelahan—di mana semuanya dapat menurunkan hasrat untuk berhubungan seksual.

Dalam segi frekuensi, sebaiknya Anda jangan terlalu sering untuk melakukan hubungan suami istri saat hamil. Seks yang sering (lebih dari tiga kali seminggu) dapat memicu infeksi saluran kencing (ISK).

Bagaimana jika ibu hamil tidak ingin melakukan hubungan suami istri?

Tidak masalah. Keintiman bersama pasangan lebih baik daripada seks. Curahkan kebutuhan dan kekhawatiran Anda pada pasangan dengan cara yang terbuka dan penuh kasih. Jika sulit melakukan seks saat hamil, cobalah berpelukan, berciuman, atau melakukan pijatan.

Cara Melakukan Hubungan Suami Istri saat Hamil

Melakukan hubungan suami istri saat hamil harus dilakukan dengan benar, sehingga kehamilan dapat terus berlangsung dengan aman dan istri tetap merasa nyaman saat melakukan hubungan seks bahkan mendapatkan kepuasan. Adapun aspek yang harus diperhatikan adalah posisi seks saat hamil berikut ini:

1. Posisi bentuk V

Posisi seks pertama adalah bentuk V, caranya berbaring menyamping dan buat bentuk-V dengan tubuh pasangan. Posisi ini memungkinkan pasangan tidak akan penyentuh perut hamil Anda.

2. Wanita di atas

Posisikan pasangan telentang dan ibu hamil berada di atas. Posisi seks dengan wanita di atas memudahkan Anda dapat mengontrol kedalaman penetrasi.

3. Posisi duduk

Pegang pasangan saat dalam posisi duduk di kursi yang kokoh dan aman. Posisikan kursi di dekat sesuatu untuk bersandar ketika Anda siap untuk bangun. Ibu hamil memposisikan diri seperti dipangku berhadapap pada pasangan.

4. Posisi 2 sendok

Ibu hamil berbaring menyamping sementara pasangan melakukan penetrasi dari belakang. Namun penetrasi cenderung lebih dangkal pada posisi seks ini.

5. Misionaris

Setelah trimester pertama, posisikan tubuh ibu hamil tidak terlentang dengan ganjalan bantal di bawah kepala dan pinggul Anda. Pastikan pasangan Anda menopang tubuh dirinya sendiri sehingga berat badannya menekan perut Anda.

6. Posisi di tepi

Ibu hamil berbaring terlentang sambil menekuk lutut di tepi tempat tidur, kemudian pesangan melakukan penetrasi dari tepi tempat tidur sambil memekang kedua lurut ibu hamil. Setelah trimester pertama, buat bantal di bawah pinggul agar tidak telentang.

7. Doggy style

Posisi seks ini dilakukan dengan menopang diri Anda menggunakan lutut dan siku saat pasangan melakukan penetrasi dari belakang. Gunakan bantal demi kenyamanan pada perut Anda.

Jika posisi seks tersebut tidak nyaman saat penetrasi, lakukanlah hubungan seks dalam posisi yang rileks, terutama tidak melelahkan istri. Ingat! Yang terpenting jangan melanggar pantangan suami saat istri hamil yang telah dijelaskan di atas.

Berbahayakah Sperma pada Janin?

Cairan sperma tidak berbahaya pada janin di dalam kandungan, kecuali apabila suami menderita infeksi alat kelamin atau menderita AIDS. Namun bagi ibu hamil yang rawan terjadi keguguran (pernah mengalami flek) dam kehamilan muda (trimester pertama) sebaiknya tidak menumpahkan sperma di dalam vagina.

Hal ini dikarenakan cairan sperma mengandung zat prostaglandin yang dapat merangsang kontraksi otot rahim. Sebaliknya, ketika menjelang kelahiran disarankan untuk lebih sering melakukan hubungan seksual untuk membantu merangsang kontraksi.

baca juga: Dapatkan Kualitas Hubungan Seksual Setelah Bertengkar dengan Pasangan

Sementara itu, cairan sperma tidak dapat mengotori janin karena dia terlindung aman dalam kantung. Namun, apabila suami menderita infeksi kelamin dan dalam pengobatan, sebaiknya gunakan kondom saat hubungan suami istri saat hamil.

Melakukan hubungan suami istri saat hamil awal sebenarnya tidak berbahaya, bahkan akan mengurangi ketegangan dan stres akibat perubahan hormonal dalam tubuh wanita hamil.

Setelah mengetahui beberapa tips di atas semoga suami istri tetap bisa menikmati hubungan seksual yang aman dan nyaman. Namun, ketika istri mengalami keluhan mulas ringan terasa seperti nyeri dan kram saat haid, keluar flek kecokelatan atau perdarahan dengan warna merah muda sampai dengan darah segar menetes, segera periksaan ke dokter terdekat untuk mencegah risiko keguguran.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hematokrit: Definisi, Nilai Normal, dan Nilai Tidak Normal

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Mungkin beberapa di antara kita sering kali mendengar istilah hematokrit atau Hct. Nilai Hct dinyatakan dalam bentuk persentase dalam hasil laboratorium. Tinggi atau rendahnya nilai Hct apat membantu dokter untuk menegakan suatu diagnosa dan menilai perkembangan pengobatan dari suatu penyakit. Jika ingin mengetahui lebih lanjut tentang Hct ini, marilah membaca penjelasan ini lebih lanjut. Penjelasan ini berisi hal-hal yang terkait dengan hematokrit seperti tes dan bagaimana cara mengukurnya, nilai normal Hct, dan apa yang terjadi bila nilai Hct terlalu tinggi atau rendah, dan juga cara mengatasi bila kadar hematokrit tidak normal. Apa itu tes Hematokrit (Hct)? Tes hematokrit (Hct) adalah sebuah tes yang membandingkan proporsi sel darah merah dengan volume semua komponen darah (sel darah merah, sel darah putih, trombosit dan plasma darah) itu sendiri secara bersamaan. Tes hematokrit m...

12 Manfaat Kacang Koro Bagi Tubuh (No. 8 Menakjubkan)

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Salah satu jenis kacang yang kerap dijadikan camilan sehari-hari adalah kacang koro. Namun, sebagian orang justru menghindari kacang ini karena dianggap bisa menyebabkan kegemukan. Kesampingkan mitos tersebut karena faktanya, kacang koro memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, kendati kandungan lemaknya tidak bisa dinafikan. Apa saja manfaat kacang koro bagi tubuh? Apa Itu Kacang Koro? Kacang koro adalah jenis kacang yang masuk dalam famili polong-polongan ( Fabaceae ). Kacang koro yang memiliki nama latin Canavalia ini terbagi lagi ke dalam 3 (tiga), yakni kacang koro benguk ( Mucuna pruriens), kacang koro kecipir ( Pshophocarpus tetragonolobus ), dan yang paling populer kacang koro pedang ( Canavalia gladiata). Selain sebagai camilan, kacang koro pada kesempatan tertentu sering dimanfaatkan sebagi alternatif bahan utama pembuatan tahu dan tempe di samping kacang kedelai. Hal in...

Sanprima: Manfaat, Dosis, Efek Samping

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Sanprima obat apa? Sanprima adalah obat dengan kandungan Cotrimoxazole, yang merupakan antibiotik yang terdisi dari Trimethoprim dan Sulfamethoxazole. Obat ini digunakan untuk mengatasi infeksi akibat bakteri. Ketahui manfaat Sanprima itu obat apa mulai dari manfaat, dosis, petunjuk penggunaan, efek samping, dan lainnya tentang Sanprima berikut ini. Cara Kerja Obat Sanprima Sanprima adalah obat dengan kandungan Trimethoprim dan Sulfamethoxazole yang termasuk ke dalam golongan obat antibiotik. Trimethoprim termasuk ke dalam bakterisida yang bekerja dengan membunuh bakteri, Sedangkan Sulfamethoxazole adalah jenis bakteriostatik yang menyebabkan pertumbuhan dan perkembagan bakteri bersifat statis. Kombinasi kedua obat ini yaitu Cotrimoxazole efektif bekerja pada bakteri gram-positif maupun gram-negatif yang peka terhadap obat ini.Obat ini tidak dapat digunakan untuk menagatasi infeksi j...